Paradoks Demokrasi? 92% Kenal Pancasila, Tapi 53% Warga Takut Bicara Politik
JAKARTA Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia masih mengenal dan menilai Pancasila se
NASIONAL
MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti kasus guru honorer di SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, yang dilaporkan ke polisi oleh wali murid terkait dugaan penganiayaan.
Bobby menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat guru takut untuk mengajar karena dapat mengancam dunia pendidikan.
Menurut Bobby, berdasarkan laporan yang ia terima, guru honorer tersebut saat ini sudah tidak lagi mengajar pasca-kejadian yang berujung pada saling lapor antara guru dan orang tua siswa.Baca Juga:
"Tadi saya bicara dengan kepala dinas, dan hari ini kondisinya guru itu sudah tidak mengajar lagi. Kita tidak mau seperti itu. Kalau guru takut dan keluar dari sekolah karena masalah ini, itu mengancam dunia pendidikan," ujar Bobby Nasution, Kamis (30/10/2025).
Bobby menjelaskan bahwa dirinya telah mengetahui kronologi kejadian yang melibatkan guru dan wali murid di SMK Negeri 1 Kutalimbaru.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa itu bermula ketika sang guru berusaha meleraikan perkelahian antar siswa di sekolah.
"Dari kronologi yang disampaikan, tidak boleh ada yang menjadi pengganggu, baik dari sisi guru maupun siswa. Tugas guru bukan hanya mengajar ilmu, tetapi juga mengajarkan etika. Ini sangat penting," tegas Bobby.
Gubernur Bobby menyebut pihaknya akan segera meninjau langsung sekolah tersebut dan berupaya memediasi kedua belah pihak agar permasalahan tidak berlarut-larut.
"Kita akan melihat langsung ke sekolah dan mendamaikan guru serta siswa dengan cara duduk bersama. Namun yang kita sesalkan, sekolah baru melapor ketika masalah sudah sebesar ini. Seharusnya sejak awal diberi tahu agar bisa segera ditangani," kata Bobby menambahkan.
Sebelumnya, seorang guru honorer dan orang tua siswa di SMK Negeri 1 Kutalimbaru saling melaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika guru tersebut berusaha meleraikan perkelahian dua siswa di lingkungan sekolah.
Setelah itu, guru memanggil kedua orang tua siswa untuk dimediasi di ruang sekolah.
"Jadi awalnya dua siswa berkelahi. Guru melerai dan memanggil orang tua keduanya. Namun salah satu orang tua siswa tidak senang dan justru memukul siswa lain, sehingga guru kembali melerai," jelas Alexander, Kamis (30/10/2025).
Masalah semakin memanas ketika wali murid yang bersangkutan merasa tidak terima dan menunggu guru tersebut hingga pulang sekolah.
Insiden itu kemudian berujung pada tindakan kekerasan terhadap guru, yang membuat sang guru melapor ke Polsek Kutalimbaru.
Tak lama setelah itu, orang tua siswa juga membuat laporan balik terhadap guru ke Polrestabes Medan.
"Informasi dari Kacabdis 1, memang terjadi tindakan kekerasan terhadap guru. Karena itu guru melapor ke Polsek. Namun, orang tua siswa yang sama juga membuat laporan balik ke Polres," ujar Alexander.
Alexander mengatakan pihaknya masih menunggu kronologi tertulis dari pihak sekolah untuk menentukan langkah selanjutnya.
Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti kasus ini secara objektif sesuai aturan yang berlaku.
"Kita tidak ingin ada kekerasan di lingkungan pendidikan, baik dari guru, siswa, maupun orang tua. Kalau nanti terbukti ada pelanggaran, tentu akan kita tindak sesuai ketentuan," tegasnya.
Saat ini, menurut Alexander, baik guru maupun siswa masih tercatat aktif di sekolah, dan Dinas Pendidikan telah menyiapkan langkah mediasi.
"Laporan dari Cabdis 1 menyebutkan bahwa semua pihak masih masuk sekolah seperti biasa. Kita siap memediasi agar suasana belajar tetap kondusif," tutupnya.
Kasus di SMK Negeri 1 Kutalimbaru menjadi perhatian publik karena melibatkan unsur kekerasan di lingkungan pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumut menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim belajar yang aman, menghormati peran guru, dan menjunjung tinggi etika dalam interaksi antara pendidik, siswa, serta orang tua.*
(tm/a008)
JAKARTA Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia masih mengenal dan menilai Pancasila se
NASIONAL
JAKARTA Polemik pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terus bergulir. Dewan Pe
POLITIK
JAKARTA Polemik terkait isu ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo kembali memanas. Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menyampaikan pesan e
POLITIK
JAKARTA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak umat Islam untuk menjaga adab dan kehormatan AlQur&039an menyusul kasus dua wa
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk tetap berpedoman pada aturan dalam
POLITIK
JAKARTA Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa negosiasi tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat berlangsu
INTERNASIONAL
OlehHabiburokhmanPERNYATAAN Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indrawijaya bahwa ada fenomena inflasi pengamat ada benarnya. Banyak se
OPINI
SINGAPURA Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan Asia, Senin (13/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik
EKONOMI
JAKARTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memulai blokade di Selat Hormuz setelah negosiasi den
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Rusia, pada Minggu malam (12/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam ra
NASIONAL