Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
TAPTENG – Ribuan warga dari 20 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Tapteng, Jumat (31/10/2025).
Massa menuntut DPRD segera membentuk panitia khusus (Pansus) untuk mengusut dugaan korupsi terkait pembangunan Kantor Bupati Tapteng yang hingga kini mangkrak.
Aksi demo dipimpin sejumlah aktivis, termasuk Dennis Simalango, Daniel Lumbantobing, Jimedi Marbun, dan mantan anggota DPRD Tapteng, Titian Situmeang.
Baca Juga:
Dalam orasinya, Dennis menyoroti kondisi gedung yang belum selesai, meskipun telah menelan biaya puluhan miliar rupiah dari anggaran daerah.
"Ironisnya, hari ini kesabaran kita diuji oleh kelompok-kelompok premanisme. Kita yang datang damai untuk menyampaikan aspirasi, justru dicegat dan dipukuli. Perlu diketahui, pembangunannya sudah menelan biaya puluhan miliar rupiah yang merupakan uang rakyat," tegas Dennis.
Ketegangan sempat terjadi ketika anggota DPRD Herman Hulu mendatangi massa untuk mewakili lembaga tersebut.
Namun warga menegaskan hanya Ketua DPRD Ahmad Rivai Sibarani yang harus hadir.
"Jangan sok-sok pahlawan kau, kami yang buat kau anggota DPRD, kami yang gaji," teriak salah seorang peserta aksi, sembari Kapolres Tapteng AKBP Wahyu Endrajaya menyarankan Herman Hulu meninggalkan lokasi.
Daniel Lumbantobing menambahkan, anggaran puluhan miliar itu seharusnya bisa digunakan untuk memperbaiki sekolah, jalan rusak, dan saluran irigasi.
"Duit puluhan miliar telah dihambur-hamburkan, diselewengkan menjadi gedung mangkrak yang tidak ada gunanya buat masyarakat Tapteng," ujarnya.
Empat anggota DPRD, termasuk Antonius Hutabarat, akhirnya menemui massa. Antonius menjelaskan bahwa pembentukan Pansus memerlukan persetujuan dua pertiga anggota dewan.
Namun jawaban itu tidak memuaskan massa, yang tetap menuntut kehadiran Ketua DPRD secara langsung.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.