LABUHAN BATU- Upaya penanganan korban longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara, tersendat akibat padamnya jaringan komunikasi di wilayah perbukitan itu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu menyatakan sudah menyiapkan tim evakuasi lengkap dengan tenaga medis, namun belum dapat memastikan kondisi terakhir lokasi bencana.
Kepala BPBD Labuhanbatu, Darwin Yusma, mengatakan pihaknya masih menunggu laporan lapangan dari Taput.
"Hubungan komunikasi belum dapat tersambung, baik dengan Taput, Tapsel maupun Tapteng. Padahal kita butuh informasi dari sana untuk mengetahui kondisi lapangan," ujar Darwin, Jumat, 28 November 2025.
Longsor yang terjadi Kamis malam itu menewaskan enam warga Rantauprapat yang tengah beristirahat di sebuah rumah warga setempat.
Mereka adalah Amelia Azhari Lubis (11), Nurjannah (36), Nurasiah (45), Uswatun Hasanah (67), Sumiati (63), dan Opung Nerla Simanjuntak.
Rombongan ini dalam perjalanan pulang dari Medan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Derasnya Laporan Keluarga Hilang
BPBD Labuhanbatu juga menerima puluhan laporan warga yang mencari kabar anggota keluarga mereka yang bermukim atau tengah beraktivitas di kawasan terdampak.
Beberapa di antaranya pelajar SMA Negeri 1 Matauli Pandan dan santri dari sejumlah pesantren di daerah Pantai Barat.
"Semua laporan sedang kami telusuri sambil menunggu akses komunikasi kembali normal," kata Darwin.
Tim yang diberangkatkan nanti membawa ambulans, kantong jenazah, serta perlengkapan pertolongan pertama.