BREAKING NEWS
Jumat, 05 Juni 2026

Longsor Sibalanga Putus Komunikasi, BPBD Labuhanbatu Kirim Tim Evakuasi ke Taput

Raman Krisna - Jumat, 28 November 2025 13:53 WIB
Longsor Sibalanga Putus Komunikasi, BPBD Labuhanbatu Kirim Tim Evakuasi ke Taput
Kondisi bencana alam taput. (foto: Ist/ BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LABUHAN BATU- Upaya penanganan korban longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara, tersendat akibat padamnya jaringan komunikasi di wilayah perbukitan itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu menyatakan sudah menyiapkan tim evakuasi lengkap dengan tenaga medis, namun belum dapat memastikan kondisi terakhir lokasi bencana.

Kepala BPBD Labuhanbatu, Darwin Yusma, mengatakan pihaknya masih menunggu laporan lapangan dari Taput.

Baca Juga:

"Hubungan komunikasi belum dapat tersambung, baik dengan Taput, Tapsel maupun Tapteng. Padahal kita butuh informasi dari sana untuk mengetahui kondisi lapangan," ujar Darwin, Jumat, 28 November 2025.

Longsor yang terjadi Kamis malam itu menewaskan enam warga Rantauprapat yang tengah beristirahat di sebuah rumah warga setempat.

Mereka adalah Amelia Azhari Lubis (11), Nurjannah (36), Nurasiah (45), Uswatun Hasanah (67), Sumiati (63), dan Opung Nerla Simanjuntak.

Rombongan ini dalam perjalanan pulang dari Medan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Derasnya Laporan Keluarga Hilang

BPBD Labuhanbatu juga menerima puluhan laporan warga yang mencari kabar anggota keluarga mereka yang bermukim atau tengah beraktivitas di kawasan terdampak.

Beberapa di antaranya pelajar SMA Negeri 1 Matauli Pandan dan santri dari sejumlah pesantren di daerah Pantai Barat.

"Semua laporan sedang kami telusuri sambil menunggu akses komunikasi kembali normal," kata Darwin.

Tim yang diberangkatkan nanti membawa ambulans, kantong jenazah, serta perlengkapan pertolongan pertama.

Anggota DPRD Kerahkan Alat Berat

Dari Labuhanbatu, upaya penanganan bencana ini turut melibatkan seorang anggota DPRD setempat, Tommy, yang bergabung sebagai relawan.

Pengusaha alat berat ini mengerahkan empat mobil derek, dua becho, dan satu ambulans untuk mempercepat akses menuju Sibalanga.

"Ini panggilan kemanusiaan, banganda," ujar Tommy.

Ia menyebut tim awal yang berangkat terdiri dari dirinya, Kepala BPBD, dan seorang Bhabinkamtibmas.

Mereka akan menyisir jalur menuju Tarutung sebelum melakukan koordinasi dengan otoritas Taput.

Tebing Runtuh Tanpa Peringatan

Informasi keluarga korban menyebutkan, rombongan berangkat dari Rantauprapat pada Senin malam, 24 November 2025, menuju Medan untuk keperluan medis Sumiati.

Usai berobat, mereka menempuh jalur Lintas Barat Sumut dan beristirahat sejenak di Desa Sibalanga. Tidak ada tanda bahaya saat itu.

Namun beberapa menit setelah mereka masuk ke rumah, tebing di belakang bangunan tiba-tiba longsor. Material tanah dan batu menimbun seluruh ruangan hingga menewaskan keenam penghuni di dalamnya.

Hingga kini, akses menuju lokasi dilaporkan masih sulit dijangkau, sementara tim penolong dari berbagai daerah mulai melakukan mobilisasi menanti instruksi dari posko utama.*

(s/um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Minim Respons Pemerintah, Warga Pertanyakan Tidak Adanya Himbauan Libur Sekolah bagi Daerah Terdampak Bencana
Tim Gabungan Terus Evakuasi Korban Longsor di Humbanghasundutan Meski Cuaca Ekstrem
Banjir dan Longsor Melanda Sumatera Utara, 34 Tewas dan 52 Masih Hilang
Gelombang Bencana Terjang Tiga Kabupaten di Sumut: 13 Tewas di Tapsel, Ribuan Warga Mengungsi
27 Titik Bencana di Tapanuli Utara, Polres Taput Pimpin Respons Cepat Hadapi Cuaca Ekstrem
Jalur Medan-Karo Dibuka Kembali Setelah Dua Hari Terputus Akibat Longsor, Evakuasi Terus Berlanjut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru