TAPTENG – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berinisial JS menyerahkan klarifikasi setelah beredar rekaman suara yang diduga merupakan suaranya, di mana dalam rekaman tersebut tersirat penghinaan terhadap organisasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).
Melalui pesan singkat yang diterima pada Sabtu siang, JS menegaskan bahwa suara dalam rekaman itu bukan miliknya.
"Kalau saya dengar suara ini saya duga bukan suara saya, kemungkinan saudara AI alias bukan suara saya. Coba dipastikan lagi," ujarnya.
JS menambahkan bahwa selama hidupnya ia tidak memiliki prinsip atau niat untuk mengecilkan organisasi apa pun.
Oleh karena itu, ia meminta kepada pihak-pihak yang menyebarkan atau mengutip rekaman itu untuk memastikan kembali kebenaran suara dalam audio tersebut.
"Saya tidak punya prinsip atau niat mengecilkan organisasi apa pun," kata JS.
Rekaman suara yang beredar sejak Jumat (13/2/2026) menunjukkan seseorang yang dihubungkan dengan foto JS tengah berbincang dengan pihak lain.
Dalam percakapan itu, suara yang diduga JS menyatakan bahwa GAMKI lebih kecil dibandingkan partai Golkar dan menyebutkan keterkaitan dengan HMI.
Menanggapi hal itu, Ketua GAMKI Sumatera Utara, Swangro Lumbanbatu, menyayangkan dugaan penghinaan tersebut, apalagi dilakukan oleh seseorang yang menjabat sebagai pimpinan DPRD.
Menurutnya, ucapan seperti itu tidak patut disampaikan oleh wakil rakyat yang seharusnya fokus membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi pasca bencana di Tapteng.
Swangro menyatakan belum mengetahui latar belakang munculnya rekaman suara itu.
"Kalau ada kesalahan kami, kita bisa berdiskusi. Tetapi menyampaikan demikian bukan solusi," katanya.