BPA Luncurkan BPA Fair 2026, Dorong Optimalisasi Lelang Aset Negara dengan Target Rp100 Miliar Lebih
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemulihan aset negar
EKONOMI
Agam, Sumatera Barat – Gunung Marapi, yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami erupsi pada hari ini, Sabtu (26/10/2024), dengan semburan abu vulkanik mencapai ketinggian 800 meter dari puncak kawah. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.05 WIB dan dipantau langsung oleh Pos Pengamat Gunung Api (PGA) di Bukittinggi.
Menurut laporan dari PGA, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, dan arah sebarannya condong ke timur laut. Erupsi ini juga terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 3.3 mm dan durasi erupsi selama 7 menit 23 detik.
Meskipun status Gunung Marapi telah diturunkan dari siaga menjadi level II atau waspada, petugas PGA mengingatkan bahwa aktivitas gunung masih fluktuatif dan memerlukan perhatian. “Kami mengimbau agar warga tidak melakukan kegiatan dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi,” ungkap seorang petugas PGA.
Warga yang tinggal di daerah sekitar, khususnya di lembah dan bantaran sungai yang berhulu di Gunung Marapi, diingatkan untuk selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar, terutama ketika musim hujan tiba. Dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah, ancaman lahar bisa meningkat, berpotensi membawa material vulkanik yang berbahaya.
PGA juga memberikan beberapa langkah antisipasi bagi warga terkait dampak erupsi. Jika terjadi hujan abu, warga disarankan untuk menggunakan masker dan penutup hidung serta mulut untuk menghindari gangguan pada saluran pernapasan (ISPA). Selain itu, mereka diminta untuk melindungi mata dan kulit dengan perlengkapan yang sesuai.
“Warga juga diimbau untuk mengamankan sarana air bersih dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang menumpuk agar tidak menyebabkan keruntuhan,” tambah petugas tersebut.
Erupsi Gunung Marapi ini menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat dan masyarakat. Beberapa warga melaporkan bahwa mereka telah merasakan dampak langsung dari hujan abu yang turun, yang menyebabkan ketidaknyamanan dan potensi masalah kesehatan.
Sementara itu, tim dari pemerintah daerah dan relawan juga telah dikerahkan untuk membantu warga di daerah terdampak, memberikan informasi serta bantuan yang diperlukan untuk menghadapi situasi ini.
Dengan adanya erupsi ini, masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang agar tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu. Keamanan dan kesehatan warga adalah prioritas utama dalam menghadapi bencana alam seperti ini.
(N/014)
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemulihan aset negar
EKONOMI
MEDAN Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Saiful Bahri alias Pon (47), kurir narkotika
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Rancangan UndangUndan
POLITIK
BATU BARA Wacana pemekaran wilayah yang mengusung pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur kembali memantik perhatian publik. Kali ini
POLITIK
JAKARTA Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi bauran energi, termasuk opsi pengembangan P
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi survival mode ekonomi di tengah
EKONOMI
MEDAN Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya perusahaan menyesuaikan penugasan peserta magang dengan latar be
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kebutuhan hingga 19.000 e
EKONOMI
JAKARTA Tim penasihat hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menyampaikan keberatan atas perce
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026 diper
PEMERINTAHAN