BREAKING NEWS
Senin, 05 Oktober 2026

Duka NTT: 47 Nyawa Melayang, Ribuan Rumah Rata Usai Gempa M7,7

Administrator - Minggu, 16 Agustus 2026 09:03 WIB
Duka NTT: 47 Nyawa Melayang, Ribuan Rumah Rata Usai Gempa M7,7
Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores di Pelabuhan Laurensius Say di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Foto: AFP/ Arnold Welianto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MAUMERE - Gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) menyebabkan 47 orang meninggal dunia dan lebih dari 5.000 warga mengungsi. Gempa juga mengakibatkan 1.357 rumah mengalami kerusakan serta merusak puluhan fasilitas publik.

Berdasarkan pemutakhiran data hingga Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB, jumlah pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. Sebanyak 1.356 warga mengungsi di GOR Samador, sementara 2.000 lainnya mengungsi secara mandiri di 10 titik pengungsian.

Selain di Sikka, sebanyak 2.078 warga mengungsi di Kabupaten Manggarai. Pengungsi juga tercatat di Kabupaten Nagekeo sebanyak 500 jiwa serta sejumlah wilayah lainnya.

Baca Juga:

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik menjadi salah satu prioritas penanganan darurat.

"Khusus di Kabupaten Manggarai, para penyintas membutuhkan sejumlah bantuan mendesak, mulai dari tenda darurat, beras, obat-obatan hingga perlengkapan tidur," kata Berton dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026) pagi.

Kebutuhan yang diperlukan antara lain puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, tandon air bersih, dan genset.

47 Orang Meninggal

Gempa tersebut telah diikuti ratusan aktivitas gempa susulan. Berdasarkan data sementara, sebanyak 47 orang meninggal dunia.

Korban terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 23 orang dan Manggarai Timur 17 orang. Sementara itu, empat korban meninggal tercatat di Kabupaten Sikka, serta masing-masing satu orang di Manggarai Barat, Ende, dan Nagekeo.

Selain korban meninggal, sebanyak 101 warga dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam.

1.357 Rumah Rusak

Gempa yang berpusat di laut tersebut juga menimbulkan kerusakan material cukup besar. Sebanyak 914 rumah mengalami rusak berat, 126 rumah rusak sedang, dan 317 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik. Sedikitnya 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah terdampak gempa.

Tim gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan penyisiran, pendataan, dan verifikasi untuk memastikan keseluruhan dampak bencana.

NTT
Siapkan Status Tanggap Darurat

Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses surat keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Sejumlah kabupaten terdampak juga telah menetapkan status kedaruratan masing-masing.

Kabupaten Manggarai menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari, terhitung 15 Agustus hingga 13 November 2026.

Kabupaten Ngada menetapkan masa Tanggap Darurat Bencana sekaligus pembentukan Pos Komando selama 30 hari, mulai 15 Agustus hingga 15 September 2026.

Sementara Kabupaten Manggarai Timur menetapkan status Siaga Darurat Bencana hingga 4 September 2026.

Untuk mendukung pelayanan medis bagi warga terdampak, rumah sakit lapangan telah didirikan dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Jalur Larantuka-Maumere Sudah Terhubung

Dari sisi akses transportasi, jalur darat Larantuka-Maumere telah kembali terhubung dan dapat dilalui. Jalur tersebut digunakan untuk mendukung mobilitas logistik serta proses evakuasi.

Namun, akses jalan yang menghubungkan Ende-Nagekeo masih terputus akibat dampak gempa. Tim penanganan bencana masih mencari jalur alternatif agar distribusi bantuan dan mobilitas penanganan tetap berjalan.

BNPB menyatakan proses pendataan dan penanganan di sejumlah wilayah terdampak masih terus dilakukan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.* (k/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Cuaca Aceh Hari Ini, Minggu 16 Agustus 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Cuaca Sumatera Utara Hari Ini, Minggu 16 Agustus 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Cuaca Jakarta Hari Ini, Minggu 16 Agustus 2026: Mayoritas Wilayah Cerah Berawan
Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Minggu 16 Agustus 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Cuaca Yogyakarta Hari Ini, Minggu 16 Agustus 2026: Sejumlah Wilayah Berawan
Cuaca Bali Hari Ini, Minggu 16 Agustus 2026: Mayoritas Wilayah Cerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru