BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Siswi SMK Korban Keracunan MBG Mulai Pulih, Kini Trauma hingga Takut Makan Tahu: Nggak Mau MBG Lagi

Abyadi Siregar - Rabu, 19 Agustus 2026 15:52 WIB
Siswi SMK Korban Keracunan MBG Mulai Pulih, Kini Trauma hingga Takut Makan Tahu: Nggak Mau MBG Lagi
Siswi SMK Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Krimas Dayanti, 18 tahun, yang sebelumnya mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG, saat ditemui di PICU RS Haji Medan, Rabu, 19 Agustus 2026. (foto: Anisa Rahmadani/TribunMedan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Siswi SMK Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Krimas Dayanti, 18 tahun, yang sebelumnya mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), kini mulai pulih.

Krimas sudah tidak lagi merasakan sakit pada tubuhnya dan berharap segera diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Krimas dirawat di PICU RS Haji Medan setelah kondisinya sempat menurun dan harus mendapat perawatan intensif.

Baca Juga:

"Perutku udah nggak sakit, leherku udah nggak sakit, kepalaku juga udah nggak sakit lagi. Pengin cepat pulang," ujarnya saat ditemui di PICU RS Haji Medan, Rabu, 19 Agustus 2026.

Meski kondisi fisiknya membaik, Krimas masih mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.

Ia mengatakan tidak ingin kembali mengonsumsi MBG setelah nantinya kembali bersekolah.

"Nggak mau (MBG lagi, trauma. Bawa bontot (bekal) aja dari rumah kalau lapar," kata Kris.

Selama menjalani perawatan di RS Haji Medan, Krimas dijaga ayah dan kakaknya secara bergantian.

Kakak Krimas, Winda Apriati, 22 tahun, mengatakan keluarga terkejut ketika mengetahui adiknya mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG di sekolah.

Winda mengatakan saat kejadian, ia sedang membersihkan rumah ketika Krimas mengabarkan bahwa dirinya dan sejumlah siswa mengalami keracunan.

"Aku lagi bersih-bersih rumah terus Krismas bilang 'kak, kami keracunan MBG'. Berpencarlah sama bapak dan adik nyari si Krismas ke rumah sakit, kan ada 4 rumah sakit ya, ketemunya di RS Efarina," ujarnya.

Menurut Winda, saat pertama kali ditemukan, kondisi Krimas masih terlihat cukup baik dan masih dapat berbicara.

Namun, kondisinya berubah ketika ia mencoba makan.

"Awalnya kami lihat dia segar masih bisa ngomong. Tapi setiap makan dia muntah, nggak nerima dia," lanjutnya.

Kondisi Krimas kemudian tidak kunjung membaik.

Ia bahkan sempat mengalami penurunan kesadaran sebelum akhirnya dirujuk ke RS Haji Medan pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif, kondisi Krimas perlahan membaik.

Winda mengatakan pengalaman keracunan tersebut juga membuat adiknya sempat mengalami trauma terhadap makanan tertentu.

Krimas bahkan sempat takut ketika rumah sakit menyediakan menu tahu.

Menurut Winda, tahu merupakan salah satu menu dalam makanan MBG yang dikonsumsi Krimas saat kejadian.

"Dia sempat juga trauma, kan pas kejadian itu ada menu tahu di MBG-nya, jadi sempat makan siang di sini ada menu tahu juga. Jadi sempat takut dia bilang 'nggak mau aku tahu, waktu itu nggak enak'," ucap Winda.

Winda berharap kejadian yang dialami adiknya tidak kembali terjadi.

Ia meminta pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih memperhatikan kebersihan dalam proses penyediaan makanan.

"Program ini sebenarnya bagus cuma cara pengerjaannya aja yang harus diperhatikan kebersihannya," ucapnya.* (d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bayang-Bayang Program Makan Bergizi: Saat Ratusan Pelajar Karo Tumbang dan Perawatan Intensif Dikebut di Medan
Tangis Ibu Korban MBG Berastagi Pecah di Hadapan Kepala BGN: Apa Sebenarnya Racun yang Dimakan Anak Saya?
Kepala BGN: Tak Peduli Punya Siapa, SPPG Tak Sesuai Standar Ditutup Permanen!
Susanah Disebut Prabowo Berpenghasilan Rp700 Ribu per Kg, Benarkah? Keluarga Ungkap Faktanya
Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG di Berastagi, BGN Pertimbangkan Test Kit di Setiap Dapur
200-300 Ekor Ikan Dibiarkan 12 Jam di Suhu Ruang, Ini 5 Hal Penting dari Bos BGN soal Keracunan MBG Karo
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Menakar CNG Merah Putih

Menakar CNG Merah Putih

Oleh Yakub F. IsmailMENGHADAPI situasi tuntutan kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat, pemerintah kini harus cerdas dalam menj

OPINI