BREAKING NEWS
Selasa, 03 Februari 2026

Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam Akibat Bendungan Aek Mandurana Jebol Pascabanjir, PERWASI Tapsel Desak Perbaikan

Abyadi Siregar - Senin, 08 Desember 2025 16:17 WIB
Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam Akibat Bendungan Aek Mandurana Jebol Pascabanjir, PERWASI Tapsel Desak Perbaikan
Masyarakat bergotong royong membersihkan saluran irigasi Bendungan Aek Mandurana di Saba Julu, Kabupaten Tapsel, yang rusak berat pascabanjir bandang pekan lalu. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATANBendungan Aek Mandurana di Saba Julu, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mengalami kerusakan berat pascabanjir bandang pekan lalu.

Kerusakan ini mengancam 60–100 hektare persawahan di wilayah Kelurahan Baringin, termasuk Lingkungan Sumuran, Huta Raja, Sialagundi, hingga hilir Saba Bolak.

Sekretaris Persatuan dan pemerhati wartawan Angkola Sipirok (PERWASI), Mora Siregar, menyebutkan, saluran irigasi bendungan tertimbun material longsoran sepanjang 70 meter dengan endapan lumpur lebih dari 50 sentimeter, sehingga air tidak dapat mengalir ke persawahan.

Baca Juga:

"Kerusakan ini harus segera ditangani karena bulan ini memasuki musim tanam padi. Petani khawatir keterlambatan perbaikan akan menyebabkan gagal tanam pada musim ini," ujar Mora Siregar, Minggu (8/12/2025).

Masyarakat setempat telah melakukan gotong royong untuk membersihkan saluran irigasi, tetapi kerusakan dianggap terlalu parah untuk ditangani secara mandiri.

PERWASI Tapsel meminta perhatian dan bantuan dari dinas terkait, termasuk Dinas PU PR dan Dinas Pertanian Tapsel, agar penanganan darurat dapat segera dilakukan.

"Besok warga berencana kembali melakukan gotong royong guna membuka akses aliran air sembari berharap bantuan teknis dari pemerintah segera turun," tambah Mora.

Bendungan Aek Mandurana berlokasi dekat Hotel Torsibohi, yang menjadi sumber pengairan utama bagi ratusan petani di kawasan tersebut.

Tanpa penanganan cepat, musim tanam padi berisiko gagal, berdampak pada ketahanan pangan lokal dan ekonomi masyarakat.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mualem Kritik Penundaan Bantuan Asing, “Mereka Tolong Kita, Kok Dipersulit?”
Inflasi Sumut Turun ke 3,96 Persen, Pengamat Sebut Intervensi Komoditas Berhasil
Wali Kota Medan Prioritaskan Pelayanan Kesehatan dan Pemulihan Dokumen Warga Terdampak Banjir
Ekonomi Sumut Tumbuh 4,55 Persen, Wagub Surya Sebut Hilirisasi Jadi Kunci Masa Depan
Rem Blong, Mobil Relawan Pembawa Bantuan Banjir di Aceh Timur Terperosok: Dua Tewas, Lima Luka Berat
Reforma Agraria 2025: Wagub Surya Desak GTRA Hasilkan Dampak Nyata di Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru