BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Presiden Prabowo Serukan Konsep 'Pohon Industri' untuk Hilirisasi Komoditas, Heran Indonesia Punya Kopi dan Cokelat Terbaik Tapi Masih Impor

Adam - Jumat, 20 Maret 2026 08:01 WIB
Presiden Prabowo Serukan Konsep 'Pohon Industri' untuk Hilirisasi Komoditas, Heran Indonesia Punya Kopi dan Cokelat Terbaik Tapi Masih Impor
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keheranannya terkait tata kelola komoditas strategis Indonesia yang memiliki kualitas terbaik, namun masih harus mengimpor produk-produk tersebut dari luar negeri.

Dalam diskusi mengenai hilirisasi dan industrialisasi komoditas-komoditas unggulan, Presiden Prabowo mencontohkan produk kopi dan cokelat Indonesia yang terkenal di dunia, namun masih terbelenggu oleh ketergantungan impor seperti Starbucks, Nestle, Nescafe, hingga KitKat dan Cadbury.

"Kita punya kopi, cokelat terbaik, tetapi kita impor Starbucks, Nestle, Nescafe. Kita punya cokelat terbaik, tetapi kita impor KitKat, kita makan Cadbury, ya kan?" ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan yang disampaikan saat diskusi dengan jurnalis dan ekonom di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (17/3/2026).

Baca Juga:

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya kini berfokus untuk menerapkan hilirisasi dan industrialisasi pada komoditas-komoditas strategis Indonesia.

Hilirisasi, menurut Prabowo, adalah langkah yang sangat penting agar Indonesia tidak lagi terjebak sebagai negara pengekspor bahan mentah, melainkan dapat mengolah komoditas tersebut menjadi produk-produk turunan yang memiliki nilai tambah tinggi.

"Saya ingin hilirisasi. Itu satu-satunya cara. Kita tidak boleh ekspor bahan mentah lagi. Kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi turunan-turunan produk industri yang bernilai tinggi," tegas Presiden Prabowo dalam acara bertajuk "Presiden Prabowo Menjawab".

Dalam upaya mewujudkan hilirisasi yang terintegrasi, Presiden memperkenalkan konsep "pohon industri" yang akan diterapkan pada semua komoditas penting Indonesia, termasuk kopi, cokelat, kelapa, logam, dan mineral strategis seperti bauksit.

Konsep pohon industri ini bertujuan untuk membangun ekosistem industri yang saling terhubung, yang dapat mempercepat proses pengolahan bahan mentah menjadi produk akhir yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Presiden Prabowo menambahkan, hilirisasi bukan hanya soal nilai tambah, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi generasi muda Indonesia.

Menurutnya, salah satu contoh konkret adalah industri kelapa.

Meskipun kelapa dikenal sebagai tanaman dengan manfaat luar biasa, seperti virgin coconut oil yang dianggap dapat menangkal kanker, namun Indonesia masih sangat sedikit memiliki pabrik pengolahan kelapa.

"Kelapa saja dianggap (sebagai) miracle crop. Virgin coconut oil, itu dianggap anticancer, tetapi kita baru punya satu-dua pabrik kelapa. Selama ini kita ekspor kelapa gelondongan," ujarnya.

Presiden juga menyoroti pentingnya hilirisasi dalam sektor mineral strategis, seperti bauksit.

Meskipun Indonesia kaya akan bauksit, yang merupakan bahan baku utama pembuatan aluminium, negara ini masih kesulitan untuk mengolah bauksit menjadi produk yang memiliki nilai tambah tinggi, seperti aluminium.

Padahal, menurut Presiden, negara seperti Jepang, yang tidak memiliki bauksit, mampu memproduksi mobil-mobil terhebat dunia.

"Kita punya bauksit. Bauksit untuk alumina diolah menjadi aluminium. Aluminium jadi mobil, tetapi kita tidak bikin processing bauksit. Jepang tidak punya bauksit, dia bikin mobil terhebat. Ini yang harus kita lakukan," tegas Prabowo.

Sebagai bagian dari program hilirisasi, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia harus membangun ratusan pabrik untuk mengolah berbagai komoditas strategis yang dimiliki.

Hal ini diharapkan dapat mempercepat industrialisasi dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

"Kita harus melakukan ratusan pabrik. Itu yang kita sebut pohon industri. Kita sudah map out, we have a plan actually. Pohon industri untuk semua komoditas penting yang kita punya," tambah Presiden.

Dengan visi hilirisasi yang kuat, Presiden Prabowo berharap Indonesia dapat keluar dari jebakan negara penghasil bahan mentah dan bertransformasi menjadi negara industri yang mandiri, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.*


(vo/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Presiden Prabowo Percepat Konversi PLTD ke PLTS untuk Hemat Energi di Tengah Krisis Minyak Global, Kurangi Ketergantungan pada Minyak dan Gas
Presiden Prabowo Instruksikan Efisiensi Energi di Sektor Spesifik Antisipasi Krisis Minyak Global
Penahanan Empat TNI Terkait Teror Air Keras Andrie Yunus Tunjukkan Komitmen Supremasi Hukum di Era Prabowo, Bawono Kumoro: Tidak Ada yang Kebal Hukum
Prabowo Pertimbangkan Pembentukan Tim Independen Usut Kasus Penyerangan Andrie Yunus: Asal LSM Tidak Terpengaruh Dana Luar Negeri
Menkeu Purbaya: Kementerian Tidak Ingin Memotong Anggaran, Jadi Saya Tentukan Sendiri
Prabowo Ungkap Ada 'Deep State' dalam Pemerintahan: Banyak Dirjen Melawan Menteri, Merasa ‘Untouchable’
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru