BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

Fraksi PDIP Walk Out dari Sidang Paripurna DPRD Jabar, Tuntut Gubernur Dedi Mulyadi Klarifikasi Pernyataan Kontroversial

Adelia Syafitri - Jumat, 16 Mei 2025 19:25 WIB
Fraksi PDIP Walk Out dari Sidang Paripurna DPRD Jabar, Tuntut Gubernur Dedi Mulyadi Klarifikasi Pernyataan Kontroversial
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDUNG – Rapat paripurna DPRD Jawa Barat pada Jumat, 16 Mei 2025, mendadak memanas setelah seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan melakukan aksi walk out dari ruang sidang.

Aksi ini dipicu pernyataan kontroversial Gubernur Dedi Mulyadi dalam forum Musrenbang di Cirebon pada 7 Mei lalu yang dinilai merendahkan martabat DPRD.

Anggota Fraksi PDIP Memo Hermawan menyatakan bahwa pihaknya sakit hati dan kecewa atas pidato Gubernur yang terkesan mendiskreditkan lembaga legislatif.

Baca Juga:

"Kami merasa prihatin DPRD direndahkan dan dilecehkan. Ini bukan sekadar pembelaan terhadap fraksi, tapi terhadap institusi DPRD sebagai representasi rakyat Jawa Barat," tegas Memo.

Memo yang juga Ketua Fraksi PDIP di DPRD Jabar itu langsung menginstruksikan seluruh anggotanya untuk meninggalkan ruang sidang sebelum rapat berlanjut.

Baca Juga:

Aksi tersebut turut diikuti Wakil Ketua DPRD dari PDIP, Ono Surono, serta seluruh anggota fraksi.

Sebelumnya, anggota Fraksi PDIP Doni Maradona Hutabarat menyampaikan interupsi dan mempertanyakan etika Gubernur dalam menyampaikan pernyataan di forum publik.

"Saya menilai Gubernur Dedi Mulyadi telah mendiskreditkan DPRD dan tidak membuka ruang dialog dengan kami. Kalau memang DPRD dianggap tidak dibutuhkan, maka tak usah bahas Raperda," ucap Doni.

Aksi walk out dilakukan di tengah agenda pembahasan sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), termasuk soal pelaksanaan usaha pertambangan dan administrasi kependudukan.

Rapat tetap dilanjutkan oleh pimpinan dewan, namun tanpa kehadiran Fraksi PDIP.

Memo Hermawan menegaskan bahwa hubungan antara legislatif dan eksekutif di Jawa Barat sudah tidak harmonis dalam beberapa waktu terakhir.

Ia mendorong Gubernur Dedi Mulyadi untuk segera memberikan klarifikasi secara langsung di hadapan sidang DPRD.

"Hubungan ini harus diperbaiki. Gubernur tidak bisa jalan sendiri tanpa melibatkan DPRD. Kita sama-sama wakil rakyat, maka harus ada saling menghargai," ujar Memo.

Fraksi PDIP juga mempertimbangkan untuk menggunakan hak interpelasi sebagai langkah lanjutan jika klarifikasi tidak segera diberikan.

Memo Hermawan adalah tokoh senior PDIP asal Garut.

Ia pernah menjabat sebagai Bupati Garut menggantikan Agus Supriadi yang ditahan KPK.

Kini, Memo menjabat Ketua Fraksi PDIP di DPRD Jawa Barat, mewakili Dapil Garut.

Aksinya yang memimpin walk out mendapat perhatian publik karena dianggap mencerminkan ketegasan dalam menjaga marwah institusi legislatif.

"Kami Fraksi PDI-P walk out demi kehormatan DPRD, bukan demi fraksi," pungkas Memo.*

(tm/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Saripah Hanum Buktikan Kepedulian, Pos Kamling Dibangun dari Kocek Pribadi
Reses II di Kelurahan Losung Batu, Muhammad Fajar Dalimunthe Komit Perjuangkan Aspirasi Warga
Bupati Tapteng Jelaskan Alasan Tak Hadiri Rapat Paripurna DPRD saat Pidato Kenegaraan Presiden
Delapan Organisasi Sekolah Swasta Gugat Dedi Mulyadi ke PTUN Terkait Penambahan Rombel
Fraksi PDIP DPRD Medan Desak Pemko Fokus Atasi Kemiskinan dan Ketimpangan Ekonomi dalam RPJMD 2025–2029
Dedi Mulyadi Bantah Punya Buzzer: Cinta Publik Itu Organik, Bukan Transaksi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru