300 Pramuka Siaga Ramaikan “Pesta Siaga” di Raman Utara, Belajar Keterampilan Hidup Secara Langsung
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, angkat bicara terkait pernyataan kontroversial kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memenuhi syarat menjadi nabi.
Ferdinand secara tegas menyebut bahwa pernyataan tersebut terlalu berlebihan dan tidak mencerminkan nalar yang sehat.
"Sangat berlebihan bahkan sudah masuk nalar tidak sehat," ujar Ferdinand saat dihubungi, Jumat (13/6/2025).
Menurut Ferdinand, pernyataan Dedy menggambarkan bentuk kecintaan ekstrem terhadap sosok Jokowi hingga kehilangan akal sehat dalam menilai secara objektif.
"Mencintainya sangat ekstrem berlebihan, sehingga akal sehatnya pun hilang," tambah Ferdinand.
Ia menegaskan bahwa Jokowi tidak pantas dianggap sebagai nabi, terutama jika melihat berbagai kebijakan dan dugaan pelanggaran selama menjabat sebagai Presiden.
"Justru Jokowi itu seharusnya menghadapi proses hukum karena dianggap patut diduga banyak sekali pelanggaran, penyimpangan dilakukan," katanya.
Sebelumnya, Dedy Nur Palakka membuat pernyataan di media sosial X (dulu Twitter) yang memicu kontroversi. Ia menulis bahwa Jokowi sudah memenuhi syarat untuk menjadi nabi, namun memilih tetap menjadi manusia biasa.
"Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat, cuma sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu dengan rakyat," tulis Dedy di akun X-nya.
Pernyataan itu viral dan memicu reaksi keras dari masyarakat, termasuk tokoh-tokoh agama dan politik.
Setelah mendapat kritik luas, Dedy akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan menarik pernyataannya.
Ferdinand mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berpolitik, termasuk dalam mengagumi seorang pemimpin. Ia menyarankan agar kader partai manapun berpikir rasional dan tidak menyampaikan pernyataan yang dapat menyesatkan publik.*
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
PRINGSEWU Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke80 Pers
KESEHATAN
PRINGSEWU Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Sukoharjo menggelar Ramadhan Scouting Competition (RSC) 2026 di Lapangan Dirgahayu, Pekon Su
NASIONAL
PALEMBANG Ballroom Hotel Excelton malam itu dipenuhi kehangatan dan semangat kekeluargaan. Bukan sekadar pertemuan alumni, tapi ruang te
NASIONAL
PUNCAK JAYA Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi generasi muda di wilayah pegunun
NASIONAL
TANGGAMUS Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus dit
PERISTIWA
PESAWARAN Bupati Pesawaran, Nanda Indira B, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Tegineneng, Sen
PERISTIWA
TANGGAMUS Aditya, remaja berusia 13 tahun warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tenggelam d
PERISTIWA
PRINGSEWU Aksi pencurian sapi yang diduga dilakukan secara terorganisir di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, berakhir dramatis.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGGAMUS Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, berakhir deng
HUKUM DAN KRIMINAL