Remaja 13 Tahun Terseret Arus Sungai di Tanggamus, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian
TANGGAMUS Aditya, remaja berusia 13 tahun warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tenggelam d
PERISTIWA
JAKARTA – Sekretariat Jenderal DPR RI mengeluarkan imbauan kepada para pegawai, termasuk tenaga ahli, untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) pada hari ini, Kamis (28/8/2025).
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi hambatan akses dan gangguan keamanan seiring dengan digelarnya aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPR/MPR RI.
Imbauan WFH ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 14/SE-SEKJEN/2025 tentang Penyesuaian Pembagian Sistem Kerja Work from Office dan Work from Home Pada 28 Agustus Bagi Pegawai Setjen DPR RI, yang ditandatangani oleh Sekjen DPR Indra Iskandar tertanggal 27 Agustus 2025.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, membenarkan adanya kebijakan tersebut.
Menurutnya, langkah ini dilakukan agar aktivitas pekerjaan para pegawai tidak terganggu oleh kemungkinan kepadatan arus lalu lintas maupun potensi situasi tidak kondusif akibat demonstrasi.
"Karena kita tidak ingin ada situasi seperti kemarin, di mana pegawai sudah masuk tetapi kesulitan pulang karena akses yang terganggu. Maka dari itu, diimbau untuk WFH," ujar Sahroni saat dikonfirmasi, Kamis (28/8/2025).
Meskipun imbauan WFH diberlakukan, aktivitas DPR tetap berlangsung, meski dalam kapasitas terbatas.
Dalam jadwal kegiatan harian yang dirilis Kesekjenan DPR, hanya terdapat satu agenda resmi, yaitu Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR RI pada pukul 14.00 WIB.
Rapat tersebut dijadwalkan membahas lanjutan Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT), yang saat ini masih dalam tahap penyerapan aspirasi publik.
Aksi unjuk rasa hari ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi oleh Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB).
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa ribuan buruh dari wilayah Jabodetabek akan hadir secara langsung di depan gedung DPR/MPR, sementara aksi serupa juga akan berlangsung secara serentak di berbagai kota industri di Indonesia.
"Aksi ini akan diikuti oleh ribuan buruh dari Jabodetabek, serta puluhan ribu lainnya di daerah-daerah. Tuntutan utama kami antara lain penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, dan reformasi sistem pajak perburuhan," ujar Said Iqbal.
Rencananya, massa aksi mulai berkumpul sejak pukul 10.00 WIB di depan gerbang utama kompleks DPR/MPR RI, Jakarta.
Kepolisian sendiri telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.*
(cn/a008)
TANGGAMUS Aditya, remaja berusia 13 tahun warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tenggelam d
PERISTIWA
PRINGSEWU Aksi pencurian sapi yang diduga dilakukan secara terorganisir di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, berakhir dramatis.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGGAMUS Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, berakhir deng
HUKUM DAN KRIMINAL
JERUSALEM Polisi Israel menangkap Syekh Mohammed alAbbasi dari halaman Masjid AlAqsa pada Senin (16/2) malam waktu setempat. Penangkap
INTERNASIONAL
NIAS Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution menyatakan kesiapannya untuk melepas Kepulauan Nias menjadi provinsi baru. Namun, ia
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berhasil mengidentifikasi bakteri akt
KESEHATAN
JAKARTA Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, mengajak seluruh imam masjid di Indonesia untuk mendoakan bangsa Pa
AGAMA
JAKARTA Wardatina Mawa menyampaikan rasa syukur atas perkembangan kasus hukum suaminya, Insanul Fahmi dan Inara Rusli, yang kini resmi n
ENTERTAINMENT
JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah antara pemerintah dan Muhammadiyah tidak
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan Menteri Agama Nas
NASIONAL