Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Pergantian itu berbasis evaluasi terhadap program, bukan karena suka tidak suka. Bukan karena tidak tepuk tangan dianggap tidak royal, tidak senyum dianggap tidak patuh, atau hanya karena main HP dianggap tidak sopan," tegasnya.
Menurutnya, gaya kepemimpinan seperti itu lebih mencerminkan karakter otoriter, yang tidak selaras dengan prinsip-prinsip demokrasi.
PDIP menyarankan
Gubernur Bobby untuk terlebih dahulu melakukan asesmen menyeluruh terhadap seluruh sumber daya manusia di lingkungan
Pemprov Sumut, lalu menempatkan pegawai berdasarkan kompetensi dan kapasitas masing-masing.
"Saran saya, assesmen dulu seluruh SDM di
Pemprov Sumut. Lalu berikan tanggung jawab sesuai kemampuannya," ujar Aswan.Dia juga menekankan pentingnya mengedepankan profesionalitas, bukan pertimbangan kekeluargaan atau kedekatan kultural.
"Jangan karena semarga, tapi karena profesionalitas. Jika setelah evaluasi terbukti tidak mampu menjalankan tugas, barulah dilakukan rotasi atau pen
copotan," tambahnya.Sejak dilantik sebagai
Gubernur Sumut,
Bobby Nasution tercatat telah men
copot delapan
pejabat eselon II dan III.
Langkah ini menuai sorotan publik dan menuai perdebatan mengenai dasar dan urgensi pergantian tersebut.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.