JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membantah kabar yang menyebut dirinya mengundurkan diri dari kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan tidak pernah menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden.
"Nggak, nggak," kata Pratikno singkat saat ditemui usai menghadiri peringatan Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.
Namun, Pratikno enggan menanggapi spekulasi terkait kemungkinan dirinya terkena reshuffle.
Sebelumnya, isu reshufflekabinet ramai diperbincangkan publik, terutama setelah kursi Wakil Menteri Keuangan kosong.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa penggantian anggota kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau berkenaan dengan masalah kabinet atau reshuffle, yang perlu dipahami adalah itu hak prerogatif Presiden," kata Prasetyo kepada wartawan, Jumat, 30 Januari 2026.
Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo secara rutin melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri dan wakil menteri.
Evaluasi tersebut dilakukan seiring dengan pelaksanaan tugas dan program masing-masing kementerian.
"Dalam proses bekerja itu pasti ada penilaian dan evaluasi. Tapi sejauh ini belum ada menteri atau wakil menteri yang dinilai tidak memuaskan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kabar reshuffle yang beredar saat ini masih sebatas isu dan gosip politik.
"Kalau ada isu, ya namanya isu atau gosip," kata Prasetyo.*