Kerugian Negara Capai Miliaran, Tiga Mantan Kepala Syahbandar Belawan Ditahan
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menahan tiga mantan pejabat Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Belawan atas dugaan korupsi retribus
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPANULI SELATAN – Polemik aktivitas pertambangan di Tapanuli kembali memanas. Sekretaris Jenderal Parsadaan Marga Pulungan, Muhammad Erwin Pulungan, menyoroti kejelasan operasional PT Agincourt Resources (PT AR) di wilayah adat mereka.
Erwin menyebut, meski kabar yang beredar menyatakan izin sejumlah perusahaan tambang, termasuk PT AR, telah dicabut, kenyataan di lapangan justru menunjukkan aktivitas tambang masih berlangsung sejak 20 Januari 2026.
"Kalau izin sudah dicabut, kenapa aktivitas masih berjalan?" ujar Erwin, Selasa (24/2/2026).Baca Juga:
Sorotan Dampak Lingkungan
Selain legalitas, Erwin menekankan pentingnya pengawasan dampak lingkungan. Ia mengingatkan bencana banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025 sebagai contoh risiko yang mungkin timbul akibat eksploitasi tambang di kawasan geografis sensitif seperti Batang Toru.
"Pengawasan ketat dan evaluasi menyeluruh sangat penting untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas," tambahnya.
Klaim Tanah Ulayat 3.000 Hektar
Selain izin, persoalan tanah ulayat menjadi sorotan utama. Erwin menegaskan masyarakat adat, khususnya Marga Pulungan, masih menuntut penyelesaian atas lahan seluas sekitar 3.000 hektar yang berada di wilayah adat mereka.
Wilayah ini berbatasan dengan Luat Marancar Siregar dan bagian dari eks Kuria Batang Toru, yang memiliki nilai kultural dan genealogis tinggi.
Persoalan ini bukan sekadar administratif, tetapi terkait hak adat dan warisan sejarah marga yang telah turun-temurun.
Erwin mendesak pemerintah pusat dan daerah bersikap terbuka mengenai status izin PT AR dan proses penyelesaian konflik lahan.
"Transparansi menjadi kunci untuk meredam potensi ketegangan sosial. Tanpa kejelasan, isu ini bisa memicu keresahan di masyarakat adat dan warga sekitar," tegasnya.
Polemik ini kembali menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap pertambangan di Tapanuli, yang tidak hanya mempertimbangkan kepentingan ekonomi tetapi juga hak adat dan kelestarian lingkungan.*
(dh)
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menahan tiga mantan pejabat Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Belawan atas dugaan korupsi retribus
HUKUM DAN KRIMINAL
JEMBRANA, BALI Dugaan perambahan hutan tanpa izin kembali mencuat di kawasan Hutan Pendem, Kabupaten Jembrana. Aktivitas pembukaan lahan
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan reputasi Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia. Dal
PEMERINTAHAN
DENPASAR Gubernur Bali Wayan Koster mendukung penuh inisiatif Kejaksaan Tinggi Bali dalam memastikan pemenuhan hak administrasi kependud
PEMERINTAHAN
SULAWESI UTARA Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan komitmen penuh Kejaksaan RI terhadap program strategis nasional saat melakukan kunj
PEMERINTAHAN
MEDAN Mantan Kepala SMKN 1 Pancur Batu, Tukimin, divonis 17 bulan penjara atas kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap 923 kasus narkotika dan menangkap 1.118 tersangka sepanjang Januari hingga 22 Februari 202
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB Kota Medan) bersama MajelisMajelis Agama Kota Medan menyatakan dukungan terhadap Surat Edaran
PEMERINTAHAN
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim piatu di Hall Dewan Pers,
NASIONAL
LABUSEL Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, mengikuti kegiatan Penyampaian Opini Ombudsman Republik Indonesi
PEMERINTAHAN