Jelang 2 Tahun Memimpin, Prabowo Mengaku Tambah Pede: Kita Bukan Pemimpin Omon-Omon!
PONOROGO Presiden Prabowo Subianto mengaku semakin percaya diri menjelang genap dua tahun masa pemerintahannya. Prabowo mengatakan pemeri
POLITIK
JAKARTA – Pernyataan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, yang menyebut industri Event Organizer (EO) sebagai "sarang korupsi" menuai pro dan kontra di berbagai kalangan.
Dalam sebuah program televisi, Said Didu menegaskan bahwa jika pemerintah benar-benar ingin menghemat anggaran, mereka harus menghilangkan acara yang melibatkan EO, yang menurutnya menyumbang anggaran seremonial hingga Rp30 triliun per tahun di seluruh Indonesia.
"Kickback yang tempat korupsi paling aman, kickback paling besar adalah EO. Itu harus dicabut," ujar Said Didu dalam acara yang dipandu oleh Aiman Witjaksono, pada Sabtu pagi (4/4/2026).Baca Juga:
Tanggapan Fraksi Gerindra: Logika Sesat dan Berbahaya
Pernyataan tersebut segera memicu reaksi keras dari banyak pihak, salah satunya Kawendra Lukistian, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra.
Kawendra yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menyebut pernyataan Said Didu sebagai logika yang sesat dan berbahaya.
Menurut Kawendra, industri EO justru merupakan salah satu pilar penggerak ekonomi Indonesia, menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
"Industri Event Organizer (EO) adalah industri yang jelas-jelas menggerakkan ekonomi bangsa. Sesat logika yang disampaikan oleh yang bersangkutan tentu sangat berbahaya," kata Kawendra melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (3/4/2026).
Kontribusi Besar EO untuk Ekonomi Nasional
Kawendra juga menyoroti fakta bahwa industri EO telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian, dengan nilai Rp128 triliun terhadap PDB nasional. Industri ini juga melibatkan lebih dari 12.800 pelaku UMKM dan lebih dari 270.000 pekerja profesional di sektor event.
Tak hanya itu, sektor ini juga memberikan kehidupan bagi jutaan freelancer yang bergantung pada sektor ekonomi kreatif ini.
"Industri EO bukan beban anggaran, melainkan penggerak ekonomi kreatif yang nyata. Logika sesat seperti yang disampaikan oleh Said Didu ini bisa merusak citra sektor ekonomi kreatif di Indonesia," lanjut Kawendra.
PONOROGO Presiden Prabowo Subianto mengaku semakin percaya diri menjelang genap dua tahun masa pemerintahannya. Prabowo mengatakan pemeri
POLITIK
BANDA ACEH Sejumlah pejabat di lingkungan Polresta Banda Aceh mendapat mutasi dan promosi jabatan berdasarkan keputusan Kapolda Aceh. Per
PEMERINTAHAN
MEDAN PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara mencatat telah mengangkut 1,85 juta penumpang sepanjang Jan
EKONOMI
MEDAN Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara memanggil Mariani Bulolo untuk menjalani klarifikasi terkait informasi yang menyebut
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU UTARA, Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu mengamankan seorang pria berinisial HFT alias Hardiansyah Fajar Tambunan alias Dian T
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Seorang pemuda bernama Husaini (26) meninggal dunia setelah sepeda motor Suzuki Satria yang dikendarainya terjun ke sungai di
PERISTIWA
JAKARTA Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu I yang hilang di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah
PERISTIWA
KENDAL, Pemerhati ketenagakerjaan Dani Satria mengusulkan agar keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri dipertimbangkan dalam pembahasan at
NASIONAL
JAKARTA, Meta mulai memperluas pembatasan jumlah postingan berisi tautan atau link yang dapat dibuat secara gratis oleh sejumlah pengelo
SAINS DAN TEKNOLOGI
TAPANULI SELATAN, Sedikitnya 185 hektare areal persawahan di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terdampak
PERISTIWA