BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

Legitimasi Kekuasaan Presiden Prabowo Dibangun di Atas Demokrasi Sah dan Kuat

Dharma - Kamis, 09 April 2026 11:30 WIB
Legitimasi Kekuasaan Presiden Prabowo Dibangun di Atas Demokrasi Sah dan Kuat
Presiden Prabowo Subianto. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua Koordinator Relawan Prabowo Digital Team (PRIDE), Anthony Leong, menegaskan legitimasi kekuasaan Presiden Prabowo Subianto lahir dari proses demokrasi yang sah dan kuat.

Menurutnya, pergantian atau mandat kekuasaan di negara hukum hanya dapat diperoleh melalui mekanisme elektoral, bukan tekanan massa di jalanan.

"Presiden Prabowo Subianto memperoleh mandat rakyat melalui proses demokrasi yang legitimate. Oleh karena itu, setiap kritik harus disampaikan dalam koridor konstitusi, bukan melalui narasi delegitimasi yang berpotensi merusak tatanan demokrasi itu sendiri," ujar Anthony, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga:

Anthony menekankan kritik adalah elemen vital dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara etis dan berbasis data.

Upaya mendorong perubahan kekuasaan lewat jalur ekstra konstitusional hanya akan menimbulkan ketidakpastian dan mengancam stabilitas nasional.

"Kondisi global yang tidak menentu seharusnya kita di dalam negeri solid dan mendukung memberi masukan kepada pemerintah dengan cara yang benar," tambah Anthony.

Ia menekankan stabilitas politik adalah kunci pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, pengalaman banyak negara menunjukkan instabilitas politik selalu berujung pada perlambatan ekonomi, volatilitas pasar, dan hilangnya kepercayaan pelaku usaha.

Anthony juga menekankan pentingnya atmosfer politik kondusif untuk mendukung agenda besar pemerintah, seperti penciptaan lapangan kerja dan penguatan daya saing nasional.

Pernyataan ini sejalan dengan kekhawatiran Presiden Prabowo dalam rapat kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan kemarin.

Presiden menyoroti ancaman hoaks dan fitnah yang kini semakin berbahaya berkat teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

"Dulu kirim pasukan, kirim bom, sekarang tidak perlu. Mungkin dengan permainan sosmed, dengan fitnah, hoaks," ujar Presiden Prabowo, menyinggung penyebaran narasi destruktif melalui media digital.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Buntut Pernyataan ‘Menjatuhkan Prabowo’, Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penghasutan
Istana Respons Desakan Pembentukan TGPF untuk Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Andrie Yunus
Anggota DPR Soedeson Tandra Kritik RUU Perampasan Aset: Rampas Tanpa Proses Hukum Adalah Kesalahan
Adik Ipar Jokowi Disebut Terima Uang Suap Rp425 Juta dari Terpidana Korupsi DJKA
Heboh Isu Pemakzulan Dirinya, Begini Respons Presiden Prabowo
Eks Menhub Mangkir, Anggota DPR RI Lokot Nasution Bersaksi di Sidang Dugaan Korupsi DJKA di PN Medan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru