Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Kardinal Ignatius Suharyo menekankan pentingnya kepekaan hati nurani dalam melihat realitas sosial dan politik secara jernih, terutama dalam proses pengambilan keputusan.
Hal itu disampaikan usai pertemuan tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
"Nurani itu bisa tumpul kalau tidak pernah diasah. Oleh karena itu, kami berkumpul, berdiskusi, bertukar gagasan," ujar Kardinal Suharyo di lokasi.
Baca Juga:
Menurut Suharyo, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar informasi dan pandangan mengenai kondisi pemerintahan serta kehidupan kebangsaan.
Ia menyebut, dialog semacam itu penting agar cara pandang terhadap persoalan bangsa tetap tajam dan tidak kehilangan arah moral.
"Harapannya nurani kami di dalam Gerakan Nurani Bangsa ini sendiri menjadi semakin tajam, semakin jernih, sehingga bisa melihat realitas dengan baik dan benar," tuturnya.
Ia menambahkan, Gerakan Nurani Bangsa (GNB) hadir untuk mengingatkan para pemimpin agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berpihak pada kepentingan rakyat luas, bukan kepentingan kelompok tertentu.
"Tidak dengan emosi, tidak dengan kepentingan, tetapi sungguh-sungguh murni untuk kepentingan bangsa kita," kata dia.
Meski demikian, Kardinal Suharyo tidak memerinci isi pembahasan yang berlangsung dalam pertemuan tersebut.
Ia hanya menyebut diskusi berjalan sebagai bagian dari upaya GNB untuk mengasah kepekaan nurani para tokoh bangsa.
"Jadi macam-macam hal yang tadi diceritakan itu adalah bagian dari usaha Gerakan Nurani Bangsa ini untuk mengasah nurani," ujarnya.
Tokoh GNB lainnya, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan pertemuan dengan Megawati juga menjadi ruang konfirmasi atas berbagai informasi yang diterima dari masyarakat.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.