Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sumatera Utara mulai mengerucut pada dua nama calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut.
Keduanya adalah Sabam Sinaga, anggota DPR RI, dan Ketua DPD Demokrat Sumut saat ini, Lokot Nasution.
Musda Partai Demokrat Sumut disebut bakal digelar menjelang akhir 2026.
Baca Juga:
Dalam dinamika menuju forum tersebut, dukungan dari sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) disebut mulai mengarah kepada Sabam Sinaga.
Mantan Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPC Partai Demokrat Medan, Mikhael Siregar ST, membenarkan munculnya dua nama yang bersaing dalam bursa Ketua DPD Demokrat Sumut.
Menurut Mikhael, terdapat aspirasi perubahan di internal Partai Demokrat Sumut.
Ia menyebut dukungan terhadap Sabam Sinaga bahkan diklaim telah melewati separuh jumlah suara ditambah satu atau 1/2 N+1.
Namun, dukungan mayoritas DPC tersebut disebut belum dipublikasikan.
Mikhael mengatakan aspirasi perubahan tersebut menginginkan sosok ketua yang dapat membangun komunikasi dengan seluruh pengurus dan memperhatikan kader.
"Aspirasi itu menginginkan agar ketua DPD sosok yang dekat dengan semua pengurus dan peduli kepada kader. Mudah diajak komunikasi, terbuka dan membangun kebersamaan. Figur yang bersih dari kasus hukum dan sosok itu ada pada Sabam Sinaga," tegas Mikhael Siregar ST, Rabu, 19 Agustus 2026.
Mikhael mengatakan dukungan terhadap Sabam muncul di tengah keinginan sebagian kader agar kepemimpinan DPD Demokrat Sumut mengalami perubahan.
Di sisi lain, Lokot Nasution disebut masih berupaya mempertahankan posisi sebagai Ketua DPD Demokrat Sumut untuk periode kedua.
Lokot yang juga anggota DPR RI diketahui mulai melakukan konsolidasi ke sejumlah daerah untuk menggalang dukungan DPC.
Mikhael juga menyinggung kondisi internal DPD Demokrat Sumut selama lima tahun terakhir.
Ia menyebut komunikasi antarpengurus dinilai belum berjalan optimal.
Tanpa bermaksud mendiskreditkan Lokot Nasution, Mikhael menyoroti apa yang disebutnya sebagai kevakuman organisasi.
Menurut dia, kondisi tersebut bahkan membuat sebagian pengurus tidak saling mengenal dan komunikasi internal tidak berjalan baik.
Ia menyebut rapat pengurus lengkap juga dinilai jarang digelar selama periode tersebut.
Selain persoalan organisasi, Mikhael turut menyinggung adanya kasus korupsi yang mengaitkan nama Lokot Nasution dalam persidangan.
Menurut dia, persoalan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai spekulasi.
Karena itu, Mikhael menyarankan Lokot Nasution mempertimbangkan untuk tidak kembali mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Demokrat Sumut.
Mikhael mengatakan keputusan tersebut, jika diambil, dapat menjadi bentuk kecintaan terhadap Partai Demokrat.
"Tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, saya berharap Ketua Lokot tidak mencalonkan lagi sebagai bentuk kecintaannya terhadap partai," tegasnya.
Ia menilai sikap tersebut akan lebih elegan di tengah munculnya aspirasi perubahan serta meningkatnya dukungan terhadap Sabam Sinaga.
"Untuk kebaikan bersama terutama bagi Partai Demokrat sebaiknya Ketua Lokot tidak perlu memaksakan diri lagi untuk menjadi Ketua DPD periode 2026-2031," ucapnya.
Mikhael menilai dinamika menjelang Musda Demokrat Sumut masih akan berkembang.
Dukungan dari DPC menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah kepemimpinan Partai Demokrat Sumut untuk periode 2026-2031.
Catatan: Klaim mengenai jumlah dukungan DPC dan persoalan hukum yang disebut dalam pernyataan Mikhael merupakan keterangan dari pihak yang bersangkutan dan belum merupakan keputusan resmi Musda.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.