Masuki Tahap Pemasangan Bata, Satgas TMMD Ke-127 Targetkan RTLH Warga Nagori Bahapal Rampung Tepat Waktu
SIMALUNGUN Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke127 Kodim 0207/Simalungun melanjutkan pengerjaan rumah tidak layak huni (
NASIONAL
JAKARTA — Di balik kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, tersimpan kenyataan bahwa setiap aktivitas digital ternyata berdampak langsung pada konsumsi sumber daya alam, seperti listrik dan air.
Fakta ini diungkap langsung oleh CEO OpenAI, Sam Altman, dalam pernyataan terbarunya yang mengulas biaya energi di balik teknologi AI.
Dalam laporan Tech Times yang dikutip pada Sabtu (14/6/2025), Altman mengungkap bahwa satu kali kueri (pertanyaan) ChatGPT menghabiskan sekitar 0,34 watt-hours listrik, setara dengan menyalakan bohlam hemat energi selama dua menit atau oven selama satu detik lebih.
Meski terdengar kecil, jumlah tersebut menjadi signifikan ketika dikalikan dengan miliaran permintaan pengguna setiap harinya di seluruh dunia.
Tak hanya listrik, air juga menjadi komponen penting dalam operasional AI, terutama untuk pendinginan pusat data.
The Verge mencatat bahwa satu kueri ChatGPT menggunakan sekitar 0,000085 galon air, setara dengan seperlima belas sendok teh, guna menjaga suhu server tetap stabil.
Namun demikian, besaran konsumsi air ini ternyata bisa jauh lebih besar tergantung pada jenis layanan AI, lokasi pusat data, sistem pendinginan, dan iklim setempat.
The Washington Post bahkan menyebut, untuk menghasilkan email sepanjang 100 kata dengan bantuan GPT-4, air yang dibutuhkan bisa mencapai lebih dari satu botol air mineral.
Altman sendiri optimistis bahwa di masa depan, biaya operasional AI, termasuk listrik, akan menurun secara drastis hingga setara dengan biaya listrik biasa.
Hal ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap teknologi AI dengan harga lebih terjangkau.
Di sisi lain, para peneliti memperingatkan bahwa konsumsi energi AI berpotensi melebihi aktivitas penambangan Bitcoin, yang selama ini dikenal sangat boros energi dan telah menuai kritik global terkait dampaknya terhadap lingkungan.
Dengan ekspansi AI di berbagai sektor industri, mulai dari pendidikan, hiburan, hingga pertahanan, perhatian terhadap efisiensi energi dan keberlanjutan teknologi menjadi semakin mendesak.
Dunia ditantang untuk mengimbangi laju inovasi dengan kesadaran lingkungan yang tinggi.*
(cb/a008)
SIMALUNGUN Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke127 Kodim 0207/Simalungun melanjutkan pengerjaan rumah tidak layak huni (
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Washington DC, Amerika Serikat, Senin, 16 Februari 2026, untuk melakukan kunjungan kerja d
NASIONAL
JAKARTA Menjelang Tahun Baru Imlek dan Ramadan, sejumlah komoditas pangan strategis mengalami fluktuasi harga. Berdasarkan data panel ha
EKONOMI
WASHINGTON DC Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranegara anggota Dewan Perdamaian telah berkomitmen menyalurka
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri bidang ekonomi di kediaman pribadinya di Hambalang, B
EKONOMI
NGADA Seorang ibu muda berinisial EN (28), warga Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tewas setelah menenggak r
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada pembukaan perdagangan Senin (16/2/2026). Rupiah tercat
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyesuaikan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode Tahun Baru Imlek, Ramadan, h
NASIONAL
MEDAN Sebuah video yang menampilkan sekelompok warga menggelar tahlilan di depan kediaman Presiden ke7 Republik Indonesia, Joko Widodo,
NASIONAL
ASAHAN Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Siumbutumbut, Kecamatan Kisa
NASIONAL