BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

Fenomena Solstis Musim Panas : Hari Terpanjang di Belahan Bumi Utara

Justin Nova - Minggu, 22 Juni 2025 15:31 WIB
Fenomena Solstis Musim Panas : Hari Terpanjang di Belahan Bumi Utara
ilustrasi fenomena soltis (foto: kalderanews)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN -Fenomena solstis musim panas atau titik balik matahari Juni terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025 pukul 09.42 WIB, menandai hari terpanjang dalam setahun bagi wilayah di Belahan Bumi Utara.

Peristiwa ini disebabkan oleh kemiringan maksimum sumbu Bumi terhadap matahari, sehingga kutub utara menghadap langsung ke arah matahari.

Menurut NASA, solstis musim panas terjadi saat matahari mencapai titik tertinggi di langit, memberikan durasi siang hari terpanjang dan malam terpendek dalam setahun. Fenomena ini hanya berlangsung sesaat, namun efeknya terasa sepanjang hari.

"Solstis Juni menandai momen yang tepat di orbit Bumi—rambu astronomi yang konsisten—telah diamati manusia selama ribuan tahun," tulis NASA

Bangunan bersejarah seperti Stonehenge di Inggris dan Chichén Itzá di Meksiko bahkan dirancang selaras dengan momen solstis, menunjukkan pentingnya fenomena ini dalam budaya kuno.

Apa Itu Solstis?

Solstis berasal dari bahasa Latin, "sol" yang berarti matahari dan "sistere" yang berarti berhenti. Pada saat solstis, sudut antara matahari dan ekuator Bumi mencapai titik maksimum.

Ada dua solstis tiap tahun:

Solstis musim panas (sekitar 20–22 Juni) di Belahan Bumi Utara.

Solstis musim dingin (sekitar 21–22 Desember) di Belahan Bumi Utara.

Pada 21 Juni, daerah di khatulistiwa seperti Indonesia akan menerima paparan matahari sekitar 12 jam, sementara wilayah lintang tinggi seperti Skandinavia dan Lingkaran Arktik bisa mengalami hingga 24 jam sinar matahari.

Perayaan dan Lokasi

Ribuan orang diperkirakan akan merayakan solstis musim panas di berbagai lokasi, seperti:

Stonehenge, Inggris

Festival Midsummer di Swedia, Norwegia, Denmark, dan Finlandia

Selain menjadi ajang perayaan budaya, solstis juga merupakan penanda penting bagi pertanian, kalender, dan navigasi zaman dahulu.

Mengapa Tanggalnya Berubah Tiap Tahun?

Meski biasanya terjadi antara 20–22 Juni, tanggal solstis bisa berubah tiap tahun. Ini karena satu tahun astronomi tidak tepat 365 hari, melainkan 365,242199 hari. Faktor ini menyebabkan ketidaksesuaian dengan kalender Masehi, dan itulah alasan adanya tahun kabisat setiap empat tahun.

Fenomena solstis musim panas 2025 menjadi momen penting bagi pengamat langit dan budaya. Selain menjadi hari dengan sinar matahari terpanjang, peristiwa ini juga mengingatkan kita akan keterkaitan antara pergerakan Bumi dan peradaban manusia selama ribuan tahun.*

(lp/j006)

Editor
: Justin Nova
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru