BREAKING NEWS
Selasa, 03 Maret 2026

15 Pekerjaan Ini Terancam Hilang pada 2030, AI Ambil Alih Peran Manusia?

Adelia Syafitri - Rabu, 30 Juli 2025 08:47 WIB
15 Pekerjaan Ini Terancam Hilang pada 2030, AI Ambil Alih Peran Manusia?
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi digital membawa dampak besar terhadap lanskap ketenagakerjaan global.

Laporan Future of Jobs 2025 yang dirilis World Economic Forum (WEF) mengungkap bahwa sejumlah jenis pekerjaan akan mengalami penurunan signifikan dalam lima tahun ke depan, terutama di sektor administratif.

Laporan tersebut merupakan hasil survei terhadap lebih dari 1.000 perusahaan global yang mewakili lebih dari 14 juta pekerja di seluruh dunia.

Dari temuan yang disampaikan, terdapat 15 pekerjaan yang diprediksi akan mengalami penurunan paling tajam akibat pengaruh AI pada periode 2025–2030.

Pekerjaan yang diprediksi mengalami penurunan terbesar adalah petugas pelayanan pos, dengan proyeksi penurunan hingga 40 persen.

Disusul oleh teller bank (-35%), petugas entri data (-34%), serta asisten administrasi dan sekretaris eksekutif, yang seluruhnya mengalami penurunan lebih dari 30 persen.

"Pekerjaan-pekerjaan ini rentan tergantikan karena prosesnya dapat diotomatisasi dengan teknologi digital yang lebih efisien, cepat, dan akurat," ungkap laporan WEF.

Tak hanya sektor administratif, peran di bidang ritel dan layanan pelanggan seperti kasir, petugas tiket, serta penerima tamu juga mengalami penurunan akibat adopsi teknologi seperti self-checkout dan transaksi digital otomatis.

Meski demikian, adopsi AI tidak selalu berjalan mulus.

Beberapa eksperimen menunjukkan bahwa sistem belum sepenuhnya mampu menggantikan manusia.

Misalnya, sistem kasir otomatis Just Walk Out milik Amazon ternyata masih bergantung pada ribuan pekerja manusia di India untuk memverifikasi transaksi.

Di sektor makanan cepat saji, McDonald's bahkan menghentikan uji coba pemesanan berbasis AI karena sistem kesulitan mengenali pesanan kompleks.

Selain bidang administratif, profesi yang mengandalkan kreativitas dan keterampilan hukum dasar seperti desainer grafis, sekretaris hukum, dan tenaga telemarketing juga diprediksi menurun karena AI kini mampu menghasilkan konten visual dan teks hukum sederhana secara otomatis.

Berikut adalah daftar 15 pekerjaan yang paling terdampak otomatisasi AI menurut WEF dan Visual Capitalist:

- Petugas Pos (-40%)

- Teller Bank (-35%)

- Petugas Entri Data (-34%)

- Asisten Administrasi (-34%)

- Sekretaris Eksekutif dan Administratif (-33%)

- Petugas Gudang dan Pengelola Barang (-32%)

- Tenaga Telemarketing (-30%)

- Sekretaris Hukum (-30%)

- Kasir dan Petugas Tiket (-29%)

- Penerima Tamu dan Asisten Informasi (-29%)

- Pekerja Data dan Informasi (-28%)

- Pekerja Kantor Umum (-27%)

- Desainer Grafis (-26%)

- Pekerja Admin SDM (-25%)

- Pekerja Layanan Konsumen (-24%)

Meski banyak pekerjaan yang terancam tergantikan, WEF menegaskan bahwa transformasi teknologi juga membuka peluang baru di sektor digital dan teknis.

Oleh sebab itu, investasi dalam pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan literasi digital sangat penting untuk memastikan transisi tenaga kerja yang inklusif dan berkelanjutan.

"Perubahan ini adalah pengingat penting bahwa dunia kerja tengah mengalami pergeseran besar. Kita tidak bisa hanya bergantung pada keterampilan lama," kata salah satu peneliti WEF.

Pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan diharapkan dapat bersinergi dalam menciptakan strategi adaptasi bagi tenaga kerja yang terdampak.

Selain menyediakan pelatihan keterampilan baru, penting pula mendorong kebijakan yang memastikan pemanfaatan teknologi dilakukan secara etis dan manusiawi, bukan sekadar efisien secara ekonomi.*

(km/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru