JAKARTA— Samsung Electronics resmi meluncurkan Galaxy XR, headset realitas campuran (extended reality) terbaru yang mengusung teknologi kecerdasan buatan (AI) dari Google serta tenaga chip mutakhir dari Qualcomm.
Produk ini diprediksi menjadi pesaing serius bagi Apple Vision Pro dan Meta Quest di pasar XR yang saat ini tengah stagnan namun penuh potensi.
Galaxy XR dijual dengan harga US$1.799 atau sekitar Rp29,9 juta, hampir setengah harga Apple Vision Pro.
Perangkat ini mulai tersedia pada 21 Oktober 2025, hasil kolaborasi jangka panjang Samsung, Google, dan Qualcomm yang menggabungkan sistem operasi Android XR dengan kemampuan AI multimodal Google Gemini.
Wakil Presiden AR/XR Google, Sharham Izadi, mengatakan peluncuran Galaxy XR baru merupakan langkah awal di ekosistem XR.
"Masih ada perjalanan panjang ke depan dengan berbagai perangkat dan bentuk baru," ujarnya.
Samsung pun bekerja sama dengan merek kacamata Warby Parker dan Gentle Monster untuk mengembangkan versi kacamata ringan dari headset ini di masa depan.
Galaxy XR adalah buah riset selama sepuluh tahun Samsung di bidang realitas campuran, dengan proyek bernama sandi "Moohan" yang berarti "tak terbatas" dalam bahasa Korea.
Jay Kim, Wakil Presiden Eksekutif divisi mobile Samsung, menyatakan bahwa momen peluncuran dipilih setelah mempertimbangkan kematangan teknologi dan kondisi pasar yang ideal.
Perangkat ini mengombinasikan fungsi virtual reality (VR) dan mixed reality (MR), memungkinkan pengguna menonton video YouTube, bermain gim, atau melihat foto secara imersif, sembari tetap berinteraksi dengan lingkungan nyata.
Fitur interaktif memanfaatkan layanan Google Gemini yang mampu mengenali objek dunia nyata dan memberikan informasi langsung hanya dengan menunjuk menggunakan jari.
Kolaborasi dengan Google membawa kemampuan AI multimodal yang mampu menganalisis teks, foto, dan video secara bersamaan ke dalam headset.