Kabar Gembira! Bobby Nasution Siapkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten Sumut
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan 33 unit bus perintis gratis khusus pelajar yang akan melayani lima kabupaten. Program
PENDIDIKAN
JAKARTA — Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pertama kalinya dilaporkan berhasil merancang virus biologis baru yang tidak ditemukan di alam dan terbukti dapat berfungsi.
Virus yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan virus biologis sungguhan, bukan virus komputer atau malware.
Virus tersebut merupakan partikel biologis yang dapat menginfeksi sel hidup.Baca Juga:
Meski demikian, virus hasil rancangan AI dalam penelitian ini tidak menjadi ancaman bagi manusia.
Virus tersebut hanya dapat menginfeksi bakteri dan tidak mampu menginfeksi sel manusia maupun hewan.
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Arc Institute di Palo Alto, California, bersama peneliti dari Stanford University, Nvidia, dan University of California, Berkeley.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan model bahasa genom bernama Evo.
Cara kerja Evo memiliki kemiripan dengan model AI generatif seperti ChatGPT.
Perbedaannya, Evo dilatih menggunakan data genom sekitar 2 juta bakteriofag atau virus yang menginfeksi bakteri.
Model tersebut digunakan untuk memprediksi pasangan basa DNA berikutnya dalam sebuah urutan genetik.
Target penelitian adalah membuat varian baru dari virus ΦX174 atau Phi X-174.
Virus ini dipilih karena hanya dapat menginfeksi bakteri E. coli dan tidak berbahaya bagi manusia maupun hewan.
Untuk mengarahkan Evo agar menghasilkan varian yang menyerupai ΦX174, peneliti melakukan penyesuaian terhadap model tersebut menggunakan 14.466 sekuens virus dari keluarga Microviridae yang telah dikurasi.
Proses seleksi virus hasil rancangan AI dilakukan secara ketat.
Menurut laporan yang dikutip dalam bahan penelitian, Evo pada tahap awal menghasilkan sekitar 700.000 kemungkinan genom.
Dari jumlah tersebut, peneliti kemudian memilih sekitar 300 kandidat untuk dibuat secara fisik di laboratorium.
Setelah kandidat disintesis menjadi DNA dan diuji terhadap bakteri E. coli, hanya 16 dari 302 kandidat yang terbukti menjadi virus fungsional atau viable.
Artinya, virus tersebut mampu menginfeksi dan menyebar ke bakteri lain.
Meski tingkat keberhasilannya relatif kecil, para peneliti menilai hasil tersebut menjadi bukti penting bahwa AI generatif dapat digunakan untuk merancang genom virus fungsional yang sebelumnya tidak ditemukan di alam.
Samuel King, mahasiswa pascasarjana Stanford sekaligus salah satu penulis studi, menjelaskan alasan tim memilih virus sebagai objek eksperimen.
"Rasanya seperti langkah selanjutnya yang paling masuk akal," kata King.
Menurut dia, virus memiliki struktur genetik yang jauh lebih sederhana dibandingkan genom manusia yang jauh lebih kompleks.
Hasil lain dari penelitian tersebut turut menjadi perhatian.
Sejumlah virus hasil rancangan Evo menunjukkan kemampuan berkembang biak yang lebih cepat dibandingkan virus ΦX174 asli ketika diuji di laboratorium.
Beberapa virus buatan tersebut mampu berkembang lebih cepat dan menyebar dari sel inangnya setelah bakteri yang terinfeksi mati.
Peneliti juga menemukan bahwa sebagian virus hasil rancangan AI dapat mengatasi resistansi pada dua strain bakteri E. coli.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa AI tidak sekadar meniru virus yang sudah ada.
Model tersebut mampu menghasilkan variasi dengan karakteristik genetik yang berbeda.
Namun, hasil penelitian tersebut tidak berarti virus buatan AI dapat langsung digunakan untuk menginfeksi manusia.
Virus yang diuji memang dirancang dan dipilih karena memiliki inang bakteri tertentu.
Di balik potensi risikonya, penelitian ini juga membuka peluang untuk pengembangan terapi fag atau phage therapy.
Terapi fag merupakan pendekatan yang menggunakan bakteriofag untuk menyerang dan membunuh bakteri penyebab penyakit.
Metode tersebut menjadi salah satu alternatif yang terus diteliti di tengah meningkatnya resistansi bakteri terhadap antibiotik.
Teknologi AI seperti Evo berpotensi membantu peneliti mencari kandidat fag baru yang dapat disesuaikan dengan bakteri tertentu.
Jordi García Ojalvo, profesor biologi sistem di Pompeu Fabra University, Barcelona, memberikan tanggapan positif terhadap hasil penelitian tersebut melalui Science Media Centre.
Menurut para peneliti, perkembangan teknologi ini menjadi relevan karena dunia medis menghadapi persoalan resistansi antimikroba.
Sejumlah bakteri, termasuk E. coli, semakin sulit ditangani menggunakan antibiotik tertentu.
Keberhasilan Evo menambah daftar perkembangan AI di bidang sains.
Teknologi AI yang sebelumnya lebih dikenal untuk menghasilkan teks, gambar, dan kode komputer kini mulai digunakan untuk memecahkan persoalan ilmiah yang lebih kompleks.
Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan besar dalam penggunaan AI generatif.
Teknologi ini tidak lagi hanya bekerja pada informasi digital, tetapi mulai digunakan untuk memahami dan merancang sistem biologis.
Namun, kemampuan tersebut juga membawa tantangan baru.
Penggunaan AI untuk rekayasa genetika dan biologi sintetis membutuhkan pengawasan serta batasan keselamatan yang ketat agar teknologi yang dikembangkan untuk kepentingan ilmiah tidak menimbulkan risiko baru.
Penelitian tentang Evo sekaligus memperlihatkan bahwa kemampuan AI dalam sains terus berkembang.
Dari sekadar memprediksi pola biologis, AI kini mulai mampu membantu merancang materi biologis baru yang dapat diuji di dunia nyata.* (km/ad)
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan 33 unit bus perintis gratis khusus pelajar yang akan melayani lima kabupaten. Program
PENDIDIKAN
JAKARTA Harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional Indonesia bergerak bervariasi pada Selasa (29/9/2026). Harga cabai rawit merah me
EKONOMI
JAKARTA Komisi II DPR RI memanggil Ombudsman RI pada Selasa (29/9/2026) untuk membahas temuan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Kelas IIA
NASIONAL
JAKARTA Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama menanggapi gugatan yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rak
NASIONAL
JAKARTA Komisi XIII DPR RI meminta persoalan fasilitas mewah dan bangunan yang menjadi sorotan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Ba
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Horas Bangso Batak (HBB) terus berperan dalam melestarikan budaya sekaligus member
PEMERINTAHAN
JAKARTA Harga emas Antam turun Rp17 ribu menjadi Rp2.580.000 per gram pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Penurunan juga terjadi pada har
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,33 persen ke level 6.127 pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Pelemahan berlan
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh level Rp18.000 per USD pada pembukaan perdagangan Selasa (29/9/20
EKONOMI
OlehFirdaus ArifinDI BANDUNG pada Sabtu (26/9/2026), Joko Widodo menunjukkan kartu tanda anggota Partai Solidaritas Indonesia. Ia menyataka
OPINI