Sesi diskusi budaya bersama para akademisi dan budayawan
100 Komunitas, 5 Hari, Ribuan Cerita
Sedikitnya 100 komunitas seni dari penjuru Kota Medan dan sekitarnya akan ambil bagian dalam festival ini. Beberapa komunitas besar seperti Medan Teater Kolektif, Sanggar Tari Bintang Timur, Komunitas Film Medan, Rumah Musik Andalas, dan Studio Lukis Cipta Rasa sudah memastikan keikutsertaan mereka.
"Ini bukan hanya panggung hiburan, tapi juga ruang temu lintas generasi dan budaya. Dari anak muda sampai seniman sepuh akan hadir," ujar Ojax menambahkan.
Festival Rakyat, Bukan Elitisme
Rico Waas juga menekankan pentingnya menjadikan seni sebagai bagian dari kehidupan warga, bukan sesuatu yang elitis atau eksklusif.
"Hari ini sudah saatnya semua warga Medan bisa menikmati seni lebih dalam. Festival ini harus bersifat terbuka dan inklusif, dari rakyat untuk rakyat," ujarnya tegas.
Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, siap mendukung dari sisi fasilitas, keamanan, hingga promosi, agar kegiatan ini dapat dirasakan manfaatnya secara luas.