MEDAN -Kota Medan bersiap menyambut perhelatan budaya terbesar tahun ini, Pesta Seni Medan 2025, yang akan digelar di Taman Budaya Medan mulai 1 hingga 5 Juli 2025.
Kegiatan ini digagas oleh Konsorsium Seniman Medan dan melibatkan tak kurang dari 100 komunitas seni dari berbagai lintas disiplin: teater, musik, tari, film, hingga seni rupa.
Dalam audiensi bersama pegiat Konsorsium Seniman Medan yang berlangsung di ruang kerja khusus Wali Kota, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan harapan besar agar pelibatan masyarakat menjadi ruh utama dari pesta seni tersebut.
Seni untuk Semua: Harapan Wali Kota Medan
Wali Kota Medan Rico Waas menekankan bahwa partisipasi langsung masyarakat dalam kegiatan seni menjadi kunci penting dalam memperluas apresiasi budaya.
"Masyarakat umum yang datang dapat diajak untuk terlibat secara langsung, seperti berinteraksi dengan pemain, ikut melukis, atau menjadi bagian dari pertunjukan rakyat. Ini akan menciptakan koneksi emosional dengan seni," ungkap Rico, Selasa (24/6/2025).
Menurutnya, pelibatan aktif ini tidak hanya mempererat hubungan antara seniman dan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas kultural Kota Medan yang selama ini dikenal sebagai kota multikultural yang kaya seni.
Ajang Apresiasi dan Rayakan HUT Kota Medan
Project Manager Pesta Seni Medan 2025, Ojax Manalu, menyebutkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sekaligus dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kota Medan yang jatuh pada awal Juli.
"Ini adalah perayaan bersama. Kita ingin menciptakan sebuah festival yang fun tapi tetap kaya nilai budaya," ujar Ojax.
Kegiatan akan diisi oleh:
Panggung pertunjukan musik etnik dan modern
Teater jalanan dan puisi performatif
Workshop seni rupa dan melukis kolektif
Pameran film pendek lokal
Sesi diskusi budaya bersama para akademisi dan budayawan
100 Komunitas, 5 Hari, Ribuan Cerita
Sedikitnya 100 komunitas seni dari penjuru Kota Medan dan sekitarnya akan ambil bagian dalam festival ini. Beberapa komunitas besar seperti Medan Teater Kolektif, Sanggar Tari Bintang Timur, Komunitas Film Medan, Rumah Musik Andalas, dan Studio Lukis Cipta Rasa sudah memastikan keikutsertaan mereka.
"Ini bukan hanya panggung hiburan, tapi juga ruang temu lintas generasi dan budaya. Dari anak muda sampai seniman sepuh akan hadir," ujar Ojax menambahkan.
Festival Rakyat, Bukan Elitisme
Rico Waas juga menekankan pentingnya menjadikan seni sebagai bagian dari kehidupan warga, bukan sesuatu yang elitis atau eksklusif.
"Hari ini sudah saatnya semua warga Medan bisa menikmati seni lebih dalam. Festival ini harus bersifat terbuka dan inklusif, dari rakyat untuk rakyat," ujarnya tegas.
Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, siap mendukung dari sisi fasilitas, keamanan, hingga promosi, agar kegiatan ini dapat dirasakan manfaatnya secara luas.
Dengan mengusung semangat "Seni Menyatukan Kita", Pesta Seni Medan 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem seni di Kota Medan dan menginspirasi kota-kota lain di Indonesia untuk menjadikan seni dan budaya sebagai instrumen pembangunan sosial.*
(tb/j006)
Editor
:
Pesta Seni Medan 2025 Siap Digelar: Wali Kota Dukung Pelibatan Langsung Masyarakat