Qodari Ungkap Alasan Prabowo Perketat Pengawasan Ekspor Komoditas Strategis
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkap alasan Presiden Prabowo Subian
EKONOMI
MEDAN – Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI maupun Komisi Kejaksaan (Komjak) RI, didesak melakukan pemeriksaan etik terhadap Pulung Rinandoro, jaksa aktif yang dikaryakan di perusahaan grop PTPN-1 Regional-1.
Desakan itu disampaikan dua aktivis Sumut, yakni Direktur MATA Pelayanan Publik Abyadi Siregar dan pengamat kebijakan publik Ratama Saragih, Kamis (19/02/2026).
Pulung Rinandoro merupakan Dewan Komisaris PT Nusa Dua Propertindo (NDP), perusahaan yang kini terlibat bersama PTPN-2 menjual ribuan hektar tanah HGU PTPN-2 kepada PT Ciputra. Sebelumnya, Pulung juga pernah menjabat sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Aset PTPN-2.Baca Juga:
"Pulung Rinandoro diduga terlibat dalam perkara penjualan ribuan hektar tanah Hak Guna Usaha (HGU) PTPN-2 ke PT Ciputra," tegas Abyadi Siregar, mantan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut.
Perkara penjualan tanah HGU tersebut, kini sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Medan dengan empat orang terdakwa. Yakni Askani (mantan Kepala Kanwil BPN Sumut), Abdul Rahim Lubis (mantan Kepala Kantor BPN Deliserdang), Iman Subakti (Direktur PT NDP) dan Irwan Perangin-angin (mantan Direktur PTPN II).
Kalau dilihat dari jabatannya di PTPN selama ini, kata Ratama Saragih, keterlibatan Pulung Rinandoro dalam perkara penjualan tanah HGU itu sangat jelas.
"Dia kan saat itu SEVP Aset PTPN-2. Jadi, posisinya sangat menentukan dalam penjualan asset perusahaan. Bahkan, Pulung disebut-sebut sebagai "arsitek" penjualan tanah HGU ke PT Ciputra," tegas Ratama.
Selain itu, mengingat latarbelakangnya sebagai jaksa aktif dan pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), maka Direktur PTPN-2 Irwan Peranginangin saat itu, lebih "mendengar" Pulung Rinandoro.
Menurut sumber bitvonline.com, Pulung Rinandoro merupakan acuan bagi Irwan Peranginangin dalam setiap tindakan hukum PTPN-2. Ia juga merupakan mentornya Direktur PT Nusa Dua Propertindo (NDP) Iman Subakti.
Dari peran-peran inilah, sehingga Ratama Saragih menilai sangat beralasan bagi Jamwas Kejagung RI maupun Komisi Kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan dugaan keterlibatan Pulung Rinandoro dalam perkara penjualan tanah negara itu.
Jamwas Kejagung RI maupun Komjak RI, menurut Abyadi Siregar, memiliki wewenang untuk memeriksa dugaan pelanggaran etik yang dilakukan seorang jaksa.
Jamwas Kejagung RI sendiri, jelas Abyadi, bertugas melakukan pengawasan internal atas kinerja kejaksaan. Jamwas memastikan integritas, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap SOP untuk mencegah penyalahgunaan wewenang yang dilakukan seorang jaksa.
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkap alasan Presiden Prabowo Subian
EKONOMI
ANYER Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak akan mampu menangani seluruh penghitungan kerugian n
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak boleh tinggal diam terkait penahanan sejumlah
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kesiapan dana bantuan tahap lanjutan senilai lebih dari Rp1 triliun untuk mempercepat pemu
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan meluncurkan kebijakan baru yang menanggung penuh biaya pengobatan bagi warga yang menjadi korban kejahatan jala
PEMERINTAHAN
MEDAN Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat (SR) yang saat in
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 17.851 pekerja informal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) memberikan penghargaan berupa bonus beasiswa senilai Rp10 juta kepada mahasiswa dengan
PENDIDIKAN
JAKARTA Delegasi Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan Militer TNIPolri melakukan audiensi perdana ke Kedutaan Besar V
NASIONAL