BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

Menko Polhukam Yusril Dukung Daud Beureueh Dapat Gelar Pahlawan Nasional: “Ia Republikan Sejati”

Adelia Syafitri - Jumat, 11 Juli 2025 15:54 WIB
Menko Polhukam Yusril Dukung Daud Beureueh Dapat Gelar Pahlawan Nasional: “Ia Republikan Sejati”
Teungku Muhammad Daud Beureueh. (foto: wikipedia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH — Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Polhukam), Yusril Ihza Mahendra, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan agar Teungku Muhammad Daud Beureueh dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Pernyataan itu disampaikan Yusril saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Teungku Daud Beureueh yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Kamis malam (10/7/2025).

"Daud Beureueh membela Republik dengan segenap jiwa, baik secara militer, politik, maupun diplomatik. Jasa beliau pantas diakui secara resmi oleh negara," kata Yusril.

Baca Juga:

Yusril menegaskan bahwa tidak semua tokoh Aceh menyambut Proklamasi 17 Agustus 1945 dengan suka cita. Namun, Daud Beureueh adalah pengecualian.

"Beliau justru berjuang habis-habisan membela Republik," tegasnya.

Baca Juga:

Daud Beureueh, menurut Yusril, adalah tokoh kunci dalam pembentukan Provinsi Aceh melalui jalur politik nasional.

Presiden Soekarno bahkan mengangkatnya sebagai Gubernur Militer Aceh, Langkat, dan Tanah Karo dengan pangkat Mayor Jenderal tituler, berdasarkan Peraturan Darurat yang diteken Wakil Perdana Menteri Sjafruddin Prawiranegara.

Namun, keputusan itu dibatalkan oleh KNIP dan Menteri Dalam Negeri saat itu, Mr. Susanto Tirtoprodjo, yang memasukkan Aceh ke dalam Provinsi Sumatera Utara.

Yusril juga mengupas soal pemberontakan yang dipimpin Daud Beureueh pada 1950-an, yang sering ditafsirkan keliru oleh sejarah.

Menurutnya, kemunculan DI/TII Aceh pada 1953 adalah reaksi politik yang kompleks, bukan semata upaya pemisahan dari NKRI.

"Daud Beureueh bukan pemberontak. Ia adalah Republikan sejati yang kecewa karena pengkhianatan terhadap janji-janji negara," ujar Yusril.

Ia menyebut kisah tragis pertemuan tertunda antara Mohammad Natsir dan Daud Beureueh sebagai titik penting yang menggambarkan konflik batin antartokoh Masyumi saat itu.

Yusril menegaskan bahwa negara harus menulis ulang sejarah Daud Beureueh dengan adil, sebagaimana dilakukan terhadap Mohammad Natsir dan Sjafruddin Prawiranegara yang akhirnya mendapat gelar Pahlawan Nasional dari Presiden SBY.

"Sudah saatnya Teungku Muhammad Daud Beureueh mendapat kehormatan yang sama," tegasnya.

Dukungan dari tokoh nasional seperti Yusril diharapkan memperkuat langkah masyarakat Aceh yang selama ini mengusulkan penganugerahan gelar tersebut sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan salah satu tokoh sentral dalam sejarah republik ini.*

(wp/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Aksi Damai di Mapolda Aceh, Kapolda: Ini Adalah Wujud Demokrasi yang Sehat
Siapa Teungku Nyak Sandang? Tokoh di Balik Seulawah RI-001 yang Terima Penghargaan Tertinggi dari Presiden
Gubernur Aceh Mualem Kukuhkan 44 Anggota Paskibraka Tingkat Provinsi
Yulian ‘Ongen’ Paonganan Dapat Amnesti, Yusril: Kasusnya Layak Masuk Kategori Politik
Gubernur Aceh Surati Gubernur Massachusetts AS: Pertahankan Simbol Po Adam di Logo Kota Salem
Siswa SMAN 7 Banda Aceh Antusias Pelajari Sejarah Lewat Kunjungan ke Museum Aceh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru