BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Jelang Puncak HPN 2026, Sembilan Gadis Lampung Utara Akan Buka Dialog Kebudayaan dengan Tari Bedayo Abung Siwo Migo Bersama Menbud Fadli Zon

S. Erfan Nurali - Minggu, 08 Februari 2026 14:08 WIB
Jelang Puncak HPN 2026, Sembilan Gadis Lampung Utara Akan Buka Dialog Kebudayaan dengan Tari Bedayo Abung Siwo Migo Bersama Menbud Fadli Zon
Sembilan gadis Lampung Utara menari tarian klasik Bedayo Abung Siwo Migo, Minggu (8/2/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SERANG – Sembilan gadis Lampung Utara siap membuka Dialog Kebudayaan bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan tarian klasik Bedayo Abung Siwo Migo, Minggu (8/2/2026).

Tarian yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2024 itu menjadi simbol keharmonisan dan nilai-nilai luhur masyarakat Lampung Abung.

Kesembilan penari, yakni Maya Aulia, Maizal Nadia, Rindiani Mutiara Fitdhin, Chika, Mutiara Husnul Aulia, Syana Nan Pernai, Eka Setiawati, Annisa, dan Feronica, dibimbing penata tari Nani Rahayu dan penata kostum Bayu Pramudita.

Baca Juga:

Mereka akan memeragakan gerakan anggun berpadu musik tradisional lembut, lengkap dengan pakaian adat Lampung: siger, tapis bersulam benang emas, dan kipas sebagai simbol keramahan.


Acara ini berlangsung sehari sebelum puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Hotel Horison UPI Serang, Banten.

Selain tarian, dialog menghadirkan tiga wartawan senior, 10 bupati/wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, dan Dewan Juri.

Menurut Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, dialog ini bertujuan menyatukan pembangunan kebudayaan dari daerah dengan kebijakan pusat.

"Kami ingin mencari titik temu antara wartawan, pemerintah daerah, dan kementerian dalam membangun kebudayaan secara sinergis," ujarnya.

Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menekankan, Tari Bedayo Abung Siwo Migo bukan sekadar hiburan, tetapi simbol identitas budaya.

"Tarian ini mencerminkan rasa syukur, penghormatan terhadap adat, dan kebersamaan masyarakat Lampung Abung," katanya.

Di tengah modernisasi yang menggeser minat generasi muda, Hamartoni berharap penampilan tarian ini di arena HPN dapat memperluas eksposur budaya Lampung Utara dan menginspirasi pelestarian tradisi di tingkat nasional.

Berbagai upaya seperti pelatihan tari di sanggar budaya, promosi, dan integrasi dalam kurikulum sekolah dilakukan untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya ini.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Operasi Keselamatan Krakatau 2026: Banner Hijau Polres Pringsewu Jadi “Alarm” Keselamatan di Jalan Lintas Barat Sumatera
Menbud Fadli Zon: Warisan Batak Toba Harus Dihidupkan, Bukan Sekadar Peninggalan Fisik
Puncak HPN 2026 di Banten: Jalan Sehat, Konvensi Media, Dialog Kebudayaan, hingga Gala Dinner Meriahkan Insan Pers
Polres Gianyar Kerahkan 460 Personel Amankan Laga Bali United vs Persebaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Geger! Pria Ditemukan Tewas, Kepala Terbungkus Plastik dan Lakban di Bandar Lampung
Rikky Fermana Kembali Pimpin PJS Bangka Belitung, Menuju Munas III dan Pendaftaran ke Dewan Pers
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru