BREAKING NEWS
Minggu, 15 Februari 2026

Ny. Putri Koster Saksikan Drama “Blanjong” dalam Bulan Bahasa Bali ke-VIII, Hidupkan Jejak Sejarah Pulau Dewata

Fira - Minggu, 15 Februari 2026 08:41 WIB
Ny. Putri Koster Saksikan Drama “Blanjong” dalam Bulan Bahasa Bali ke-VIII, Hidupkan Jejak Sejarah Pulau Dewata
Peringatan Bulan Bahasa Bali ke-VIII sepanjang Februari 2026 diwarnai pementasan drama berjudul “Blanjong” yang disaksikan langsung oleh Ny. Putri Koster di Gedung Kertha Sabha, Provinsi Bali, Sabtu, 14 Februari. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR — Peringatan Bulan Bahasa Bali ke-VIII sepanjang Februari 2026 diwarnai pementasan drama berjudul "Blanjong" yang disaksikan langsung oleh Ny. Putri Koster di Gedung Kertha Sabha, Provinsi Bali, Sabtu, 14 Februari.

Kegiatan ini digelar dengan tema "Atma Kerthi – Udianning Purnaning Jiwa", yang bermakna pemuliaan jiwa untuk mencapai kesempurnaan hidup.

Drama Blanjong karya Teater Agustus merupakan garapan semi-dokumenter yang memadukan fakta sejarah dan fiksi dramaturgi. Pertunjukan ini menghadirkan nilai edukasi yang tinggi sekaligus menghidupkan kembali warisan budaya Bali melalui seni pertunjukan.

Baca Juga:

Kisah yang dibawakan berlandaskan pada Prasasti Blanjong, sebuah prasasti batu karang berusia sekitar 1.112 tahun yang ditemukan di Sanur.

Prasasti ini menjadi bukti penting keberadaan Kerajaan Singha Dwara Pura yang dipimpin Raja Sri Kesari Warmadewa. Melalui dramatisasi ini, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memahami sejarah Bali dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.

Ny. Putri Koster mengapresiasi pementasan ini sebagai wujud nyata pelestarian budaya Bali sekaligus penguatan seni sebagai media edukasi dan refleksi jati diri budaya Pulau Dewata.

"Pertunjukan seperti Blanjong tidak hanya memperkaya seni pertunjukan, tetapi juga menanamkan nilai sejarah dan budaya kepada generasi muda agar warisan kita tetap hidup," ujarnya.

Bulan Bahasa Bali ke-VIII menghadirkan berbagai kegiatan untuk melestarikan, menguatkan, dan menghidupkan kembali bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui pendekatan budaya dan seni pertunjukan, sejalan dengan semangat pemuliaan jiwa dan budaya Bali.*

(dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru