Bupati Asahan Lepas Pawai Kebangsaan dan Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin memimpin Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai bentuk penguatan semangat nasionalisme
PEMERINTAHAN
SIMALUNGUN – Perubahan identitas etnis di tengah dinamika sosial menjadi salah satu fenomena yang terjadi dalam masyarakat Simalungun.
Perkembangan agama, migrasi penduduk, hingga perubahan lingkungan sosial disebut turut memengaruhi cara sebagian masyarakat memandang dan menampilkan identitas kulturalnya, termasuk dalam penggunaan marga.
Fenomena tersebut diulas dalam buku Agama, Perubahan Sosial dan Identitas Etnik: Moralitas Agama dan Kultural di Simalungun karya akademisi dan peneliti sosial, Erond L. Damanik.Baca Juga:
Dalam kajiannya, Erond menjelaskan bahwa sebagian masyarakat Simalungun mengalami transformasi identitas sebagai bagian dari proses adaptasi sosial yang berlangsung selama puluhan tahun.
Menurut Erond, sebagian masyarakat Simalungun yang memeluk agama Islam di sejumlah wilayah memilih tidak lagi menggunakan marga dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari identifikasi diri yang lebih dekat dengan komunitas Melayu.
"Cara mudah yang dilakukan ialah dengan menghilangkan klan atau marga yang dimiliki," tulis Erond dalam bukunya.
Fenomena tersebut disebut banyak ditemukan di wilayah Simalungun bagian bawah seperti Bandar Marsilam, Bandar, Bandar Huluan, Gunung Maligas, Tanah Jawa hingga kawasan Siantar.
Wilayah-wilayah tersebut sejak lama menjadi daerah pertemuan berbagai kelompok etnis, terutama masyarakat Jawa dan Melayu yang mayoritas beragama Islam.
Dalam kondisi tersebut, sebagian masyarakat Simalungun memilih mengaburkan identitas marganya dan mengidentifikasi diri sebagai Melayu karena dianggap lebih mudah diterima dalam lingkungan sosial tempat mereka tinggal.
Selain itu, perubahan identitas juga terjadi di sejumlah kawasan perbatasan Danau Toba.
Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa sebagian masyarakat Simalungun mengganti penggunaan marganya dengan marga yang lebih identik dengan masyarakat Batak Toba.
Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses integrasi sosial dan budaya di wilayah yang memiliki interaksi intensif dengan masyarakat Toba.
Beberapa marga Simalungun seperti Damanik dan Sipayung disebut dalam kajian tersebut mengalami perubahan penggunaan identitas menjadi marga yang lazim digunakan masyarakat Toba, seperti Ambarita, Sagala, Gurning, hingga Sinaga.
Erond menilai perubahan identitas etnis tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba.
Faktor agama, perpindahan penduduk, perkawinan antarsuku, hingga pengaruh kebijakan kolonial pada masa lalu menjadi bagian dari proses sosial yang membentuk dinamika identitas masyarakat Simalungun hingga saat ini.
Meski demikian, di tengah berbagai perubahan tersebut, banyak masyarakat Simalungun yang tetap mempertahankan identitas budaya, bahasa, adat istiadat, serta penggunaan marganya sebagai bagian dari warisan leluhur yang terus dijaga lintas generasi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa identitas etnis bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus berinteraksi dengan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.
Di satu sisi terdapat proses adaptasi dan penyesuaian, sementara di sisi lain tetap ada upaya mempertahankan akar budaya sebagai bagian dari jati diri komunitas.
Bagi masyarakat Simalungun, marga bukan sekadar nama keluarga, melainkan simbol sejarah, kekerabatan, dan identitas budaya yang telah diwariskan selama berabad-abad.*
(d/ad)
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin memimpin Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai bentuk penguatan semangat nasionalisme
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan hasil riset dan inovasi dalam 12 klaster kepada Presiden Prabowo Subianto di
NASIONAL
JAKARTA Tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menegaskan bahwa permohonan prapera
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) atau Ru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang tidak menerima gugatan praperadilan ke
NASIONAL
JAKARTA Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (yearonyear/yoy) mendapat apresiasi
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab banyaknya kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).Kami melihat beberapa sebab,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menjadi menteri paling tidak beruntung karena harus menghadapi berbagai t
EKONOMI
SEOUL Pemerintah Korea Selatan mengungkapkan Indonesia telah berupaya memfasilitasi pembicaraan antara Seoul dan Pyongyang. Namun, usulan
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan hukuman mati bagi pelaku korup
NASIONAL