Kemnaker Matangkan Strategi Tripartit Jelang ILC ke-114 di Swiss, Bahas Dampak AI pada Dunia Kerja
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematangkan strategi keberangkatan Delegasi Tripartit Indonesia dalam menghadiri Internat
EKONOMI
BITVONLINE.COM -Di tengah gemerlap industri hiburan Tanah Air, kisah epik dari talenta multitalenta Indonesia semakin mengukuhkan eksistensinya. Kali ini, nama yang mencuat adalah Firman Blank, musisi pop melayu sekaligus penulis lagu yang karyanya kerap menghiasi tangga lagu Indonesia. Dalam kolaborasi yang memukau, Firman Blank bekerja sama dengan PT. Maha Cinta Sadaya, dipimpin oleh Ririn Nugroho, untuk menggarap sebuah proyek film kolosal berjudul “Pedang Wesi Ireng”.
Kisah fiksi yang dirancang oleh Firman Blank ini menggambarkan perjalanan seorang murid yang terjerumus dalam godaan nafsu untuk memperoleh pedang keramat, Pedang Wesi Ireng. Kisah ini menyoroti tentang pengkhianatan seorang murid terhadap gurunya demi mengejar kekuasaan dan keinginan pribadi yang gelap. Pesan moral yang ingin disampaikan melalui film ini sangat relevan dengan zaman modern, di mana banyak generasi muda terperangkap dalam jerat nafsu dan ambisi tanpa mengindahkan etika dan nilai-nilai kehidupan.
Dalam keterangan yang disampaikan oleh Firman Blank, ia menjelaskan bahwa film “Pedang Wesi Ireng” bukan hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga merupakan sebuah tuntunan yang mengarah pada hal-hal yang positif. Dalam era di mana etika, sopan santun, dan penghargaan terhadap guru dan orang tua semakin terpinggirkan, kehadiran film kolosal ini diharapkan dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya mengendalikan nafsu dan menghargai nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam hening malam yang disulap oleh sinar rembulan, legenda tentang Pedang Wesi Ireng yang hilang menari-nari di udara, merentangkan sayapnya dalam Kegelapan. Cahaya rembulan menjadi saksi bisu atas rahasia yang terkunci rapat dalam relung masa lalu,” ujar Firman Blank.
Proyek film ini juga mendapat dukungan dari PT. Maha Cinta Sadaya dan Bapak Taryo Haryanto, yang diakui sebagai langkah nyata dalam melestarikan budaya asli Indonesia melalui karya seni. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk rekan media, turut disampaikan sebagai ungkapan terima kasih atas upaya bersama dalam mempersembahkan karya yang mengangkat nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
Diharapkan, dengan kehadiran “Pedang Wesi Ireng”, masyarakat Tanah Air akan semakin terinspirasi untuk menghargai kearifan lokal dan mengambil hikmah dari setiap kisah yang disajikan, sebagai pijakan untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan berarti bagi bangsa dan negara.
(N/014)
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematangkan strategi keberangkatan Delegasi Tripartit Indonesia dalam menghadiri Internat
EKONOMI
JAKARTA Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni, menegaskan komitmennya dalam memperce
EKONOMI
SUMEDANG Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (UPZ IKA Unpad) menyalurkan daging kurb
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari dalam sep
NASIONAL
MEDAN Forum Jurnalis Medan menyembelih empat ekor hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. Kegiatan yang berlangsun
NASIONAL
BANDA ACEH Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyembelih 14 ekor hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. Kegi
NASIONAL
PEKANBARU Penggerebekan pesta narkoba di sebuah tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru, Riau, menyeret nama anak Bupati Pelalawan, Zukri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo menilai penanganan kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo berlangsung terlalu lama
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Golkar membela program bantuan 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Be
POLITIK
JAKARTA Permadi Arya alias Abu Janda membantah tudingan penghinaan terhadap masyarakat Sumatera Barat setelah dirinya dilaporkan ke Bare
HUKUM DAN KRIMINAL