BREAKING NEWS
Senin, 01 September 2025

Anak-Anak di Bawah Kolong Tol, Perjuangan Belajar di Tengah Kemiskinan

BITVonline.com - Kamis, 25 April 2024 12:24 WIB
Anak-Anak di Bawah Kolong Tol, Perjuangan Belajar di Tengah Kemiskinan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Di balik gemerlapnya kota metropolitan Jakarta, terdapat sebuah kisah yang jarang terdengar. Di bawah jalur bebas hambatan, di tepi Kali Grogol, terdapat permukiman warga yang hidup dalam keterbatasan dan kekurangan. Mereka adalah para pendatang yang tak terdata, yang menghadapi kesulitan ekonomi namun tetap berjuang untuk menggapai impian mereka.

Pada Rabu, 24 April 2024, jalan Kepanduan I, KM 17.400 Jalan Tol Dalam Kota di samping Kali Grogol, Jakarta Barat, menjadi saksi bisu dari perjuangan anak-anak di bawah kolong tol. Meskipun mobil dan truk melintas dengan kecepatan tinggi di atasnya, di bawah jalur tersebut, terdapat sebuah sekolah. Puluhan anak bersekolah di ruang terbatas, di antara tanah dan bangunan jalan tol, di antara sekat-sekat dan pengap rumah kontrakan. Mereka adalah harapan masa depan yang bersinar di tengah kegelapan kemiskinan.

Tak ada raut kesedihan di wajah mereka. Riuh rendah suara mereka terdengar meskipun kebisingan kendaraan yang melintas tak henti-hentinya. Anak-anak ini tampak riang gembira, berlari ke sana-sini selama proses belajar mengajar berlangsung. Mereka duduk tekun sambil mendengarkan cerita dan ucapan dari para gurunya di tengah keadaan yang tak layak untuk belajar.

Baca Juga:

Dengan ketinggian hanya di bawah satu setengah meter, mereka harus berhati-hati agar kepalanya tidak terantuk beton dari kolong tol. Namun, hal itu tidak menghalangi semangat mereka untuk belajar. Sekolah anak-anak tersebut berada di satu sisi bagian tengah Kolong Tol Petak Seng Jelambar. Di situ juga terdapat puluhan hunian rumah petak yang dibangun di bawah kolong jalan bebas hambatan itu.

Kepala Sekolah Pondok Domba Kolong Tol Petak Seng Jelambar, Anggiat Simanulang, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 68 anak yang bersekolah di kolong tol dengan kondisi seadanya. “Dulu 70, sekarang tinggal 55 anak yang aktif, walaupun yang tercatat ada 68. Anak-anaknya kebanyakan orangtua pindah-pindah karena faktor pekerjaan,” ujarnya.

Baca Juga:

Anak-anak yang bersekolah di kolong tol kebanyakan berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu yang tinggal agak jauh dari TK atau SD formal. Mereka adalah para pendatang yang tak memiliki akses mudah ke pendidikan formal, namun tetap gigih dalam mengejar cita-cita mereka.

Di tengah keterbatasan tersebut, Pondok Domba Kolong Tol Petak Seng Jelambar menjadi pelita bagi anak-anak di sana. Sekolah ini memberikan pendidikan secara cuma-cuma bagi anak-anak dari kelompok marjinal tersebut, membantu mereka mewujudkan mimpi-mimpi mereka di tengah keterbatasan.

Namun, perjuangan sekolah ini tidaklah mudah. Sebelumnya, sekolah ini pernah terancam oleh pembongkaran pada masa pemerintahan sebelumnya. “Dulu sempat dibongkar Pas Ahok. Ada tiga sekolah dibongkar,” kenang Anggiat dengan wajah sedih.

Meskipun dalam kondisi ekonomi serba terbatas, para orangtua tetap berjuang agar anak-anak mereka mendapat pendidikan yang layak. Ellen, salah satu penghuni kontrakan di bawah kolong tol, merasa sangat terbantu dengan adanya sekolah ini. Anaknya sudah satu tahun bersekolah di sini dan tumbuh kembangnya sangat baik.

Namun, kehidupan di bawah kolong tol bukanlah pilihan yang mudah. Banyak orangtua yang harus bergulat dengan pekerjaan serabutan dan kondisi ekonomi yang sulit. Namun, mereka tetap bersyukur dan bersemangat untuk menyambung hidup demi anak-anak mereka.

Dari kisah di bawah kolong tol ini, kita belajar tentang keteguhan dan semangat untuk terus berjuang, meskipun dalam kondisi yang sulit. Mereka adalah bukti bahwa pendidikan adalah kunci untuk memecahkan belenggu kemiskinan. Dan di balik kesulitan, ada harapan dan kekuatan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

(N/014)

0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Tegaskan: Merusak Fasilitas Umum Sama dengan Menghamburkan Uang Rakyat!
Prabowo: Demonstrasi Ricuh Mulai Tunjukkan Gejala Makar dan Terorisme
Prabowo Perintahkan Proses Hukum Transparan untuk Kasus Affan Kurniawan, Tunjangan DPR Dipangkas
Semarak HUT ke-80 RI, Pak Yudi Gelar Lomba Karaoke di Lapangan Puputan Badung
Resmi Mundur, Eko Patrio dan Uya Kuya Tinggalkan Kursi DPR RI
Gampong Lampanah Dayah Gelar Penyuluhan Internet Sehat untuk Remaja dan Keluarga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru