JAKARTA -Sebuah insiden tragis menimpa seorang nenek berusia 79 tahun yang ditemukan telantar di Jakarta Selatan. Nenek tersebut, yang diidentifikasi hanya dengan inisial M, mengaku telah diperkosa oleh handphone (HP). Kejadian ini mencuat setelah Polres Jaksel menemukan nenek M pada Sabtu (13/4/2024) dan kemudian menyerahkan lansia tersebut ke Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Selatan.
Plt Kepala Seksi Perlindungan Jaminan dan Rehabilitasi Sosial Sudinsos Jaksel, Yan Vetansyah, menjelaskan bahwa tim Sudinsos dihubungi oleh Polres Jaksel terkait lansia yang mengalami halusinasi. Menurut penilaian dari Polres, nenek M mengalami sedikit halusinasi, yang kemudian membuat tim Sudinsos bergerak untuk memberikan bantuan.
Yan Vetansyah menyebut bahwa saat berkomunikasi dengan nenek M, lansia tersebut mengaku telah diperkosa oleh handphone-nya sendiri. Namun, hal ini dianggap sebagai halusinasi karena nalar manusia tidak mungkin diperkosa oleh sebuah handphone. Nenek M juga tidak membawa KTP dan hanya mengingat usia, nama, serta statusnya yang belum menikah.
Setelah ditangani oleh tim Sudinsos, nenek M dibawa ke panti sosial di daerah Kedoya, Kembangan, Jakarta Barat. Di panti sosial tersebut, nenek M sedang diobservasi dan diasesmen untuk menentukan tindak lanjut yang tepat bagi kondisinya.
Kejadian ini mengundang perhatian dan pertanyaan dari masyarakat seputar kondisi kesehatan mental lansia dan perlunya dukungan sosial bagi mereka yang membutuhkan. Namun, lebih dari itu, insiden ini juga mencerminkan pentingnya penanganan yang tepat terhadap kondisi kesehatan mental di tengah masyarakat.
(K/09)
Ditemukan Nenek Telantar di Jaksel, Halusinasi Ngaku Diperkosa HP