UMKM Wajib Tahu! Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Hingga Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp2,1 Juta per Bulan
JAKARTA PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengajukan K
EKONOMI
Sergai – Gelombang tinggi disertai angin kencang yang terjadi selama hampir sepekan terakhir, membuat ratusan nelayan yang ada di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdangbedagai memilih untuk tidak melaut.
Salah satu nelayan tradisional, Usman menyebut, cuaca ekstrem yang belakangan terjadi membuat nelayan mengurungkan niat untuk menangkap ikan.
“Ya sudah seminggu lebih para nelayan di Kecamatan ini tidak bisa melaut disebabkan gelombang tinggi dan angin kencang ditambah lagi hujan terus turun,” kata Usman, Jumat (25/11/2022).
Usman menambahkan, ada ratusan nelayan yang memilih tidak melaut sejak gelombang tinggi terjadi.
Katanya, cuaca ekstrem tidak memungkinkan nelayan untuk melaut terlebih jarak tangkapan ikan berada sejauh 60 mil.
“Lapak tangkap ikan pun sangat jauh yaitu sekitar 60 mil dari pintu Kuala Bedagai atau sekitar 7-10 jam perjalan. Maka dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat kami tidak melaut,” katanya.
Tanjung Beringin sendiri merupakan wilayah dengan mayoritas masyarakat yang bekerja sebagai nelayan.
Selain cuaca ekstrem, banjir yang memasuki rumah ribuan warga yang ada di Tanjung Beringin juga mempengaruhi nelayan mengurungkan niat untuk meninggalkan rumah.
Saat ini Tanjung Beringin menjadi wilayah terdampak banjir terparah di Kabupaten Serdang Bedagai.
Dengan kondisi ini Usman pun berharap agar pemerintah memperhatikan nasib para nelayan yang ada di Tanjung Beringin.
“Kami sangat minta perhatian dari Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dan pemerintah atasan untuk dapat mengirimkan atau memberikan bantuan sembako kepada kami yang sangat ini sangat dibutuhkan,” harapnya.
Akibat ribuan nelayan yang tidak melaut, harga ikan di lokasi tempat pendaratan ikan (TPI) Bedagai yang berlokasi di Dusun I Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tanjung Beringin pun mengalami kenaikan harga.
Kenaikan harga ikan pun melonjak,seperti halnya ikan gembung Kuring seharga Rp 40 ribu per kilo, Gembung kedah Rp 25 ribu per kilo, Senangin Rp 40 ribu per kilo, Lidah Rp 40 per kilo, Gerapu Putih Rp 50 per kilo, Cumi cumi Rp 65 per kilo, Tegang Ekor Rp 30 per kilo. (Lbs)
JAKARTA PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengajukan K
EKONOMI
MEDAN Suasana ceria dan penuh rasa ingin tahu mewarnai kunjungan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan ke kapal TNI Angka
PEMERINTAHAN
MEDAN Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Syahputra Simatupang, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Sumut Tahun Buk
PEMERINTAHAN
MEDAN PT Bank Sumut (Perseroda) terus dipacu untuk naik kelas. Hal itu ditegaskan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Na
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI PT Bank Sumut melalui Bank Sumut Syariah kembali menunjukkan komitmennya dalam melayani masyarakat dengan menggelar Manasik
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, memimpin apel bulanan pemerintahan Kota Tanjungbalai di Lapangan Kanto
PEMERINTAHAN
TAPUT Sekitar 30 hektare lahan persawahan di Desa Sibulanbulan, Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, masih bel
PERTANIAN AGRIBISNIS
MEDAN Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap menekankan bahwa perang terhadap narkoba tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi jug
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menegaskan komitmennya untuk menyediakan hunian yang lebih layak bagi masyarakat yan
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong PT Bank Sumut (Perseroda) untuk naik kelas ke Kelompok Bank
PEMERINTAHAN