BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

63 Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat karena Kelalaian Petugas KKP, Biro Travel

BITVonline.com - Selasa, 27 September 2022 09:21 WIB
63 Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat karena Kelalaian Petugas KKP, Biro Travel
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SURABAYA-Pihak biro travel, Sabilina Tour, membuat laporan ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur soal 63 calon peserta umrah yang gagal berangkat ke tanah suci Mekkah.

 

Penyebabnya karena petugas validasi dokumen Internasional Certificate Vaccination (ICV) tidak hadir di bandara.

Baca Juga:

 

Ketua rombongan Sabilina Tour Ach.Saifullah Syafii mengatakan, sampai ini pihaknya masih menunggu kejelasan kapan 63 calon jemaah umrah itu bisa diberangkatkan.

Baca Juga:

 

“Keinginan kita, tetap inginnya tiket. Bisa dapat tiket baru dan berangkat. Kalau kita pulang ke Jember itu kan malah jadi beban bagi para calon jemaah,” kata Saiful, sapaan lekatnya, kepada BAYNGKARA.CO

 

Menurut Saiful, 63 calon jemaah umrah itu gagal berangkat karena kelalaian petugas yang tidak melakukan validasi di bandara.

 

Ia meminta, pihak Angkasa Pura, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya, Imigrasi, maupun pihak Maskapai bersedia menyediakan tiket baru untuk para calon jemaah umrah.

 

“Karena kita jadi korban di sini, harusnya pihak bandara yang menyediakan tiket bagi kita, atau pihak KKP, Imigrasi, atau pihak maskapai. Karena kan kita korban. Kelalaian bukan disebabkan oleh kita, tapi kita yang menjadi korban,” ujar dia

 

Jika tiket sebelumnya dianggap hangus, maka pihaknya akan mengalami kerugian sekitar Rp 1,1 miliar.

 

Itu hanya dihitung dari tiket per orang Rp 18 juta. Belum biaya-biaya kerugian lain seperti hotel dan lainnya.

 

“Kalau tiket 63 jamaah itu dihitung hangus, maka kerugian kita Rp 1.134.000.000. Per orang itu Rp 18 juta,” kata dia.

Saiful menjelaskan, kondisi para jemaah saat ini tidak tenang setelah mereka gagal berangkat ke Mekkah pada Senin (26/9/2022) kemarin.

Semua keluarga jamaah, lanjut Saiful, juga mempertanyakan mengapa mereka gagal terbang. “Kondisi jemaah sangat tidak tenang, semua keluarga pada telepon,

keluarganya menanyakan juga. Kalau masalah finansial masih bisa dicari, tapi kalau sudah psikis ini kan enggak baik. Kami selaku pihak biro travel juga disangka tidak profesional, dianggap menipu jemaah lah dan macam-macam,” ujar dia.

Karena alasan itu, pihaknya melapor ke Polda Jatim. Ia berharap segera ada tindak lanjut dari kepolisian dan jamaah bisa segera berangkat ke Mekkah.

Kalau untuk hotel yang di Mekkah dan Madinah masih bisa di re-schedule. Cuma kan ada penaltinya juga. Karena kemarin kan udah last minute. Semalam, kita sudah waktunya check in harusnya di Mekkah,” kata dia.

“Keinginan kita intinya terbang. Kita sudah laporkan ke Polda Jatim agar ini semua ditindaklanjuti,” tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 94 calon jemaah umrah gagal berangkat dan terlantar di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur Senin (26/9/2022) kemarin.

Puluhan jemaah umrah yang gagal berangkat itu berasal dari berbagai daerah di Jatim, seperti Probolinggo, Jember, Bondowoso dan Situbondo. Ketua Asosiasi Muslim Penyelengara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jawa Timur Sofyan Arif mengatakan, dari 94 jamaah umrah tersebut, 31 di antaranya telah berangkat pada hari ini, Selasa (27/9/2022).

Menurut informasi yang saya terima, 31 jemaah berangkat lewat jalur domestik. Mereka berangkat dari Surabaya ke Jakarta, kemudian transit di Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnya ke Jeddah, Mekkah,” kata Sofyan saat dihubungi, Selasa (27/9/2022).

Ia menjelaskan, gagalnya 63 jemaah umrah berangkat ke tanah suci ini lantaran tidak adanya petugas validasi dokumen Internasional Certificate Vaccination (ICV) di bandara.

Ia menjelaskan, gagalnya 63 jemaah umrah berangkat ke tanah suci ini lantaran tidak adanya petugas validasi dokumen Internasional Certificate Vaccination (ICV) di bandara.

Ia menilai, 63 jamaah umrah yang gagal berangkat itu murni kelalaian petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya.

Saat kasus kemarin, pihak KKP beralasan kekurangan personel, mereka stand by-nya di kantor. Tapi di telepon juga tidak muncul mereka. Alasan mereka pihak Airlines dan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) tidak melapor,” ujar dia.(V20)

0 komentar
beritaTerkait
Kebakaran di Pabrik Pupuk Iskandar Muda, Manajemen Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Cak Imin: Berbeda Pendapat Itu Normal, Tapi Jangan Sampai Pecah-Belah
Gelombang Aksi Demo Mengguncang NTB: Gedung DPRD Dibakar, Massa Serbu Polda
Wapres Gibran: Negara Harus Lindungi Warga, Bukan Hanya Perusahaan Besar
Tokoh Agama dan Polri Bersatu dalam Doa Bersama untuk Keamanan Sibolga
Diduga Ada Penyimpangan, Bantuan Bibit Padi di Tapian Nauli Jadi Sorotan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru