Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Lebih lanjut, Dr. Siti menekankan bahwa puasa intermiten yang dilakukan tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti penurunan berat badan yang berlebihan, masalah dengan fungsi metabolisme, serta dampak psikologis terkait dengan pola makan yang ekstrem.
Sebagai alternatif, ahli gizi menyarankan remaja untuk mengikuti pola makan yang seimbang dengan memperhatikan kebutuhan kalori yang cukup dari berbagai kelompok makanan, serta melakukan aktivitas fisik yang teratur untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Pola diet ini mungkin dapat bermanfaat bagi orang dewasa yang memiliki tujuan tertentu seperti menurunkan berat badan atau meningkatkan metabolisme tubuh. Namun, untuk remaja yang sedang berkembang, pola makan yang sehat dan bergizi tetap menjadi kunci utama dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal.
(sr/n14)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.