BREAKING NEWS
Sabtu, 27 Juni 2026

Bahaya Puasa Intermiten bagi Remaja: Berisiko Ganggu Tumbuh Kembang

Redaksi - Rabu, 19 Februari 2025 08:35 WIB
Bahaya Puasa Intermiten bagi Remaja: Berisiko Ganggu Tumbuh Kembang
Ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pola diet puasa intermiten semakin populer di kalangan banyak orang dewasa sebagai cara efektif untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolisme. Namun, meski memiliki manfaat bagi orang dewasa, para peneliti memperingatkan bahwa pola diet ini bisa berisiko bagi remaja, karena dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.

Pola diet puasa intermiten biasanya melibatkan siklus puasa dan makan dalam jangka waktu tertentu. Meskipun penelitian menunjukkan bahwa diet ini dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah, menurunkan berat badan, dan memperbaiki kesehatan jantung pada orang dewasa, dampaknya pada remaja masih menjadi perhatian besar.

Menurut ahli gizi dan kesehatan, tubuh remaja masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, sehingga membutuhkan asupan kalori yang cukup setiap hari. Diet puasa intermiten yang membatasi waktu makan dapat mengurangi jumlah kalori dan nutrisi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tulang, otot, serta fungsi tubuh yang optimal.

Profesor kesehatan anak dan remaja, Dr. Siti Rahmawati, mengatakan bahwa puasa intermiten dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan gangguan makan pada remaja yang masih dalam masa perkembangan. "Selama masa pubertas, tubuh memerlukan lebih banyak kalori dan nutrisi penting untuk mendukung proses pertumbuhan fisik dan mental. Membatasi makan dalam waktu tertentu dapat mengganggu keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Siti menekankan bahwa puasa intermiten yang dilakukan tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti penurunan berat badan yang berlebihan, masalah dengan fungsi metabolisme, serta dampak psikologis terkait dengan pola makan yang ekstrem.

Sebagai alternatif, ahli gizi menyarankan remaja untuk mengikuti pola makan yang seimbang dengan memperhatikan kebutuhan kalori yang cukup dari berbagai kelompok makanan, serta melakukan aktivitas fisik yang teratur untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Pola diet ini mungkin dapat bermanfaat bagi orang dewasa yang memiliki tujuan tertentu seperti menurunkan berat badan atau meningkatkan metabolisme tubuh. Namun, untuk remaja yang sedang berkembang, pola makan yang sehat dan bergizi tetap menjadi kunci utama dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal.

(sr/n14)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru