Dua Kubu Keraton Solo Bersitegang, Kirab Pusaka Malam 1 Suro Masih Tanpa Titik Temu
SOLO Rencana pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat belum menemui titik terang. Dua kubu yang
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA – Sosok dancer cilik asal Indonesia, Miyu Ananthanaya Pranoto atau akrab disapa Matamiyu, kembali menjadi sorotan publik.
Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, Matamiyu sukses mencetak prestasi internasional dengan tampil di ajang bergengsi World of Street Woman Fighter (WOSWF) di Korea Selatan.
Dalam perhelatan akbar tersebut, Matamiyu dipercaya sebagai guest flag bearer mewakili Amerika Serikat, sekaligus tampil dalam pertunjukan Mega Crew bersama grup tari kenamaan asal Orlando, AS, Motiv Crew.
Penampilannya menuai pujian luas dari warganet dan pecinta seni tari, baik di Indonesia maupun mancanegara.
"Sangat jarang melihat anak seusia Matamiyu menari dengan teknik dan ekspresi sehebat itu. Bahkan, banyak orang dewasa belum tentu bisa mengimbangi kualitasnya," tulis salah satu komentar di media sosial yang viral.
Matamiyu lahir di Jakarta pada 13 Desember 2013 dan kini berusia 11 tahun.
Ia merupakan putri dari Rizky Mellissa. Minatnya terhadap dunia tari muncul sejak usia 7 tahun, terinspirasi dari penampilan grup K-pop seperti BTS dan Wanna One.
Sejak itu, Matamiyu bergabung dengan sanggar tari di Jakarta dan mulai fokus pada gaya urban dance, termasuk hip-hop dan freestyle.
Bakatnya kian menonjol setelah ia rutin mengikuti kompetisi battle dance, baik nasional maupun internasional.
Salah satu prestasi awal yang mencuri perhatian publik adalah ketika ia menjadi peserta termuda kategori under-16 di ajang Radikal Forze Jam (RF JAM) 2023 di Vietnam, salah satu festival hip-hop terbesar dunia.
Meski tak keluar sebagai juara, Matamiyu berhasil melaju hingga babak final.
Tak hanya piawai menari, Matamiyu juga menunjukkan ketertarikan di bidang fotografi sejak usia 3 tahun dan aktif menyanyi di berbagai kesempatan.
Keikutsertaannya dalam ajang WOSWF Korea Selatan dinilai sebagai langkah besar menuju panggung dunia.
Bergabung dengan Motiv Crew, yang dikenal dengan gaya street dance kuat, menjadi bukti bahwa bakat Matamiyu diakui secara global.
Pengamat seni tari menilai kehadiran Matamiyu mampu menjadi inspirasi generasi muda Indonesia untuk berani bersaing di kancah internasional, terutama dalam bidang seni non-akademik seperti tari.*
(tm/a008)
SOLO Rencana pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat belum menemui titik terang. Dua kubu yang
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak bisa hanya ditopang oleh satu se
EKONOMI
MIMIKA Komando Distrik Militer (Kodim) 1710/Mimika memulai pembangunan enam Jembatan Garuda yang tersebar di tiga distrik di Kabupaten M
NASIONAL
JAKARTA Pusat Penerangan (Puspen) TNI menggelar dialog interaktif bertajuk Ngobrol Santai Kapuspen TNI Bersama Media di Aula Balai War
NASIONAL
BANDA ACEH Ny. Mukarramah Fadhlullah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Aceh p
OLAHRAGA
BANDA ACEH Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banda Aceh periode 20242029 resmi dilantik dalam acara yang berlang
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Dosen bersama mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh (FKM Unmuha) berhasil mengembangkan inovasi
PENDIDIKAN
MEDAN Video mobil pemadam kebakaran (damkar) Kota Medan yang terekam memasok air bersih ke sebuah rumah di kawasan Jalan STM Gang Suka Cit
PERISTIWA
BANDA ACEH Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mendor
NASIONAL
BANDA ACEH Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memint
NASIONAL