Ketua Baru IJEN Tapsel, Andi Hakim Nasution Komitmen Perkuat Profesionalisme Wartawan
TAPANULI SELATAN Profesionalisme wartawan menjadi fokus utama dalam memperkuat jurnalisme berkualitas. Di tengah derasnya arus informasi
NASIONAL
BOGOR -Kota Bogor dilanda duka mendalam setelah seorang wanita tanpa identitas tewas mengenaskan akibat tertabrak KRL Commuter Line di wilayah Kecamatan Bogor Tengah. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, meninggalkan luka dan kebingungan bagi warga sekitar.
Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Agustinus Manurung, mengungkapkan kronologi kejadian yang mengguncang hati banyak orang. Menurutnya, korban berjalan kaki dari arah Jalan Abesin menuju rel kereta saat kejadian tragis itu terjadi. Saksi-saksi yang berada di lokasi menyampaikan bahwa mereka telah memberitahukan korban tentang kedatangan KRL dari arah Stasiun Bogor dengan berteriak memperingatkan.
“Saksi memberitahu dan teriak ada kereta dari arah Stasiun Bogor,” kata Agustinus, mencoba menjelaskan detik-detik terakhir sebelum kecelakaan tragis itu terjadi.
KRL Commuter Line yang sedang melintas memberikan klakson sebagai tanda peringatan kepada korban yang masih berada di tengah rel. Namun, sayangnya korban tidak mampu menghindari nasib tragis itu.
“Korban mengalami putusnya kedua kaki dari bagian paha atas,” ungkap Agustinus, menggambarkan keparahan cedera yang diderita korban akibat tabrakan mematikan tersebut.
Setelah kejadian, tim evakuasi segera bergerak cepat untuk menyelamatkan korban dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil menyelamatkan nyawa wanita yang belum diketahui identitasnya itu. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya saat tiba di unit gawat darurat.
“Sempat dibawa ke RSUD Kota Bogor, namun korban sudah dinyatakan meninggal,” pungkas Agustinus, menambahkan kesedihan atas kejadian yang mengguncang seluruh komunitas Bogor.
Belum diketahui secara pasti apa yang mendorong wanita itu berada di tengah rel kereta pada saat kejadian tragis itu terjadi. Identifikasi korban yang belum selesai juga menambah keprihatinan atas nasib tragis yang menimpanya. Polisi saat ini terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti serta mencari tahu identitas korban, sembari mengingatkan masyarakat akan bahaya di sekitar area rel kereta.
Peristiwa ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban yang mungkin belum mengetahui nasib tragis yang menimpa anggota keluarga mereka. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dan waspada dalam melintasi area-area berbahaya seperti rel kereta.
(N/014)
TAPANULI SELATAN Profesionalisme wartawan menjadi fokus utama dalam memperkuat jurnalisme berkualitas. Di tengah derasnya arus informasi
NASIONAL
LUBUK PAKAM Seorang terdakwa kasus narkotika berhasil melarikan diri dari Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam, Selasa (27/1), memicu peng
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mencatat prestasi di bidang pelayanan kesehatan publik dengan pencapaian Universa
KESEHATAN
MEDAN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 1/Medan kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui pro
NASIONAL
MEUREUDU Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, Ny. Ira Marzuki, bersama Wakil Ketua Bhayangkari Sulawesi Selatan (Sulsel), Ny. Lina Nasri, meny
NASIONAL
BINJAI Membaca adalah jendela dunia. Semangat ini kembali diwujudkan di Kota Binjai melalui kegiatan Launching Buku dan Bincang Buku yan
PENDIDIKAN
LUBUK PAKAM Pemerintah daerah dan tenaga kesehatan memiliki satu kesamaan pengabdian tulus untuk masyarakat. Hal ini ditegaskan Wakil B
PENDIDIKAN
BALIGE Pemerintah pusat resmi mencabut Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Toba Pulp Lestari (TPL) beserta 27 perusahaan lain
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai merombak jajaran pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Keme
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah Aceh meraih Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 sebagai pemerintah daerah kategori utama atas keberhasilannya
NASIONAL