BREAKING NEWS
Rabu, 28 Januari 2026

Kandungan Berbahaya Kecubung dan Pengalaman Penggunanya: Apa yang Terjadi Saat Dicoba?

BITVonline.com - Minggu, 14 Juli 2024 09:40 WIB
Kandungan Berbahaya Kecubung dan Pengalaman Penggunanya: Apa yang Terjadi Saat Dicoba?
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BITVONLINE.COM -Tanaman kecubung kembali menjadi sorotan setelah 47 orang di Banjarmasin dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) akibat efek samping konsumsi tanaman tersebut. Tragisnya, dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Kasus ini menyoroti bahaya potensial dari tanaman yang dikenal memiliki kandungan senyawa kimia berbahaya.

Kecubung, yang dikenal dalam dunia medis mengandung alkaloid seperti atropin, hiosiamin, dan skopolamin, memiliki sifat antikholonergik yang berbahaya jika dikonsumsi secara sembarangan. Menurut Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, skopolamin merupakan zat halusinogen yang kuat. “Ketika dikonsumsi, kecubung dapat menyebabkan halusinasi atau efek ‘memabukkan’,” ujarnya saat dihubungi detikcom pada Jumat (12/7/2024).

Efek berbahaya dari kecubung tidak berhenti pada halusinasi. Tanaman ini juga dapat merusak sel-sel saraf manusia dan mengganggu koordinasi motorik. Dalam beberapa kasus, kecubung bahkan dapat menyebabkan hilangnya memori jangka pendek.

Salah satu pengakuan datang dari Roby (28), seorang pria asal Jawa Timur yang pernah mengonsumsi kecubung. Ia menggambarkan rasa buah kecubung yang sepet dan pahit, mirip dengan jambu yang belum matang. “Rasanya sepet-sepet pahit. Kayak jambu lah, kan kecubung juga ada biji-bijinya,” ungkap Roby ketika dihubungi detikcom, Sabtu (13/7/2024).

Setelah mengonsumsi kecubung, Roby mengalami kondisi yang tidak menyenangkan. Ia terpaksa meminum air degan hijau untuk memulihkan kesadarannya. “Mulutku seperti pengar, mati rasa setelah makan,” ceritanya. Ia menjelaskan bahwa setelah meminum air degan, kesadarannya mulai kembali, namun ia merasakan pusing yang luar biasa, dan akhirnya muntah sebelum merasa lebih baik.

Kasus ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran akan bahaya tanaman-tanaman yang dianggap tradisional dan sering kali dikonsumsi tanpa pengetahuan yang memadai. Kemenkes dan pihak terkait diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi risiko dari tanaman seperti kecubung dan memastikan agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru