BREAKING NEWS
Senin, 29 Juni 2026

Polisi Sita Bendera OPM Pemicu Asrama Mahasiswa Papua di Makassar Dikepung

BITVonline.com - Sabtu, 06 Juli 2024 07:37 WIB
Polisi Sita Bendera OPM Pemicu Asrama Mahasiswa Papua di Makassar Dikepung
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MAKASSAR -Puluhan massa yang tergabung dalam ormas Garda Bela Nasional Negara (GBNN) Kota Makassar mendatangi Asrama Mahasiswa Papua Cendrawasih IV di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar, pada Jumat dini hari (5/7). Aksi massa tersebut dipicu oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan mahasiswa asal Papua mengibarkan bendera yang identik dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Kami datang untuk menyelamatkan NKRI dari bendera OPM yang dikibarkan oleh mereka,” ujar Adhi, seorang anggota GBNN yang berusaha masuk ke asrama tersebut. Adhi mengaku tidak terima dengan sikap mahasiswa Papua yang secara terang-terangan mengibarkan bendera tersebut. Ia juga mengkritik keras penggunaan nama Organisasi Papua Makassar (OPM) oleh mahasiswa Papua.

“Coba lihat videonya, mereka mengibarkan bendera bintang kejora dan menulis OPM Organisasi Papua Makassar,” tambahnya.

Ketegangan meningkat saat Adhi dan rekan-rekannya mencoba masuk ke dalam asrama, namun dihalangi oleh polisi yang sudah berjaga di lokasi. Merasa kecewa, Adhi menuduh polisi melakukan pembiaran terhadap tindakan pengibaran bendera tersebut.

“Kenapa komandan hanya menjadi penonton saja? Kita ke sini untuk membela NKRI. Kita ke sini cuma mau ambil itu bendera OPM. Kalau komandan tidak mau ambil bendera itu, silakan mundur satu langkah biar saya yang masuk ke asrama,” teriak Adhi dengan lantang.

Setelah hampir dua jam berusaha masuk ke asrama tanpa hasil, massa akhirnya membubarkan diri. Namun, mereka berjanji akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar jika bendera OPM tersebut tidak diambil oleh pihak berwenang.

Polisi Sita Bendera OPM

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokh Ngajib yang dikonfirmasi mengenai insiden tersebut mengaku telah menindaklanjuti video viral yang menunjukkan mahasiswa asal Papua mengibarkan bendera OPM.

“Kita sudah mendatangi asrama itu dan melakukan penyitaan terhadap bendera bintang kejora itu,” kata Ngajib kepada wartawan, Sabtu (6/7).

Meskipun bendera telah disita, polisi tidak mengamankan mahasiswa Papua yang terlibat dalam peristiwa ini. Ngajib menjelaskan bahwa pihaknya hanya memberikan imbauan kepada mahasiswa Papua untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan.

“Kita sudah minta agar tidak bertindak yang menyalahi aturan yang berlaku di mana mereka hidup di Kota Makassar dan Indonesia. Mereka menerima itu,” tandasnya.

Kronologi Insiden

Ketegangan di Asrama Mahasiswa Papua Cendrawasih IV bermula dari video yang viral di media sosial, menunjukkan mahasiswa Papua mengibarkan bendera bintang kejora, simbol yang identik dengan OPM. Dalam video tersebut, para mahasiswa juga menyebut diri mereka sebagai Organisasi Papua Makassar (OPM).

Mendengar kabar tersebut, massa dari GBNN segera berkumpul dan mendatangi asrama mahasiswa Papua pada dini hari. Mereka bermaksud mengambil bendera tersebut untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Namun, upaya mereka dihalangi oleh polisi yang sudah berjaga di lokasi untuk mencegah terjadinya bentrokan.

Reaksi Publik dan Imbauan Kepolisian

Peristiwa ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Sebagian besar mendukung tindakan polisi yang segera merespon insiden tersebut dan mengamankan bendera OPM. Namun, ada juga yang mengkritik polisi karena tidak mengambil tindakan tegas terhadap mahasiswa yang terlibat.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokh Ngajib menegaskan bahwa pihaknya berupaya menjaga ketertiban dan keamanan di Kota Makassar. Ia mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik.

“Kita semua harus menjaga ketertiban dan keamanan di kota ini. Semua pihak harus menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Penutup

Insiden di Asrama Mahasiswa Papua Cendrawasih IV menjadi sorotan publik, terutama terkait isu kebebasan berekspresi dan batasannya. Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menghormati hukum dan aturan yang berlaku. Sementara itu, pihak kepolisian diharapkan dapat terus menjaga keamanan dan ketertiban tanpa memihak, serta mengedepankan dialog untuk menyelesaikan konflik.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru