Makna Spiritual Idul Fitri: Jangan Hanya Pakaian Baru dan Hidangan, Lakukan Muhasabah
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BINJAI –Untuk kedua kalinya, sapi dari peternakan Bang Yanto (YT) Farm terpilih sebagai sapi kurban yang akan disembelih pada hari raya Idul Adha 2024 milik Presiden Indonesia, Joko Widodo di Sumatera Utara. Sebuah kehormatan yang tak terhingga bagi pemilik peternakan tersebut, Yanto, yang mengucapkan rasa syukur atas pilihan yang kembali jatuh pada sapi dari peternakannya.
Sapi kurban yang terpilih adalah jenis Peranakan Ongole (PO) Kebumen, hasil dari perjuangan dan perawatan yang tidak kenal lelah dari Yanto dan timnya. Yanto menceritakan bagaimana sapi tersebut awalnya dibelinya dalam kondisi kurus, namun melalui perawatan dan pemberian pakan yang maksimal, sapi tersebut berkembang menjadi gemuk dan sehat.
Dalam perawatan sapi, Yanto menekankan pentingnya pemilihan bibit yang tepat, perawatan yang baik, dan pemberian pakan yang optimal. Ia mengaku bahwa sapi jenis PO memiliki potensi untuk mencapai berat hingga satu ton, dan dengan pengalaman yang dimiliki, mereka berhasil memilih sapi yang tepat.
Sapi kurban dari peternakan YT Farm ini memiliki berat sekitar 860 kilogram dan dibeli oleh Presiden Jokowi dengan harga Rp 90 juta. Sebuah penghargaan atas jerih payah dalam merawat sapi tersebut selama kurang lebih satu tahun. Yanto juga menjelaskan bahwa sapi tersebut diberi nama Suro, sebagai pengingat bahwa sapi tersebut dibeli saat Bulan Suro.
Sebelum terpilih sebagai sapi kurban, sapi milik Yanto harus melewati beberapa tahapan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter hewan, seperti pemeriksaan darah, air liur, dan kotoran. Kini, sapi tersebut siap untuk disembelih di Masjid Juang 45 Kota Medan.
Keberhasilan sapi dari peternakan YT Farm menjadi sapi kurban Presiden Jokowi menjadi inspirasi bagi Yanto dan peternak lainnya. Ia mengajak sesama peternak untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman, dengan harapan bahwa sapi-sapi mereka juga bisa terpilih menjadi sapi kurban untuk pemimpin negara di masa depan.
Sebagai tambahan informasi, proses pemilihan sapi kurban ini melibatkan koordinasi antara Sekretariat Presiden dan pemerintah daerah setempat. Kriteria sapi kurban termasuk berat minimal 800 kilogram, dan pemotongan sapi akan ditentukan oleh Sekretariat Presiden bersama Biro Kesejahteraan Masyarakat.
Dengan demikian, cerita di balik sapi kurban dari peternakan YT Farm bukan hanya tentang penghargaan atas jerih payah peternakannya, tetapi juga tentang kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah serta semangat untuk berbagi ilmu dan pengalaman di antara para peternak.
(N/014)
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BANDA ACEH Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati jalanjalan protokol kota untuk mengikuti Pawai Takbir Idul Fitri 1447 Hijria
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan masyarakat Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, memad
NASIONAL
MEDAN Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/03/2026), Plaza Medan Fair dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan wak
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga di Masjid Darussalam, Desa Simpang Empat
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah mencapai
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026. Kehadiran Pr
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan warga memadati Masjid Agung Al Abror, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, Sabtu
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau dikenal Mualem, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga melalui timnya di Meuligo
NASIONAL
ACEH TAMIANG Menutup bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavi
PEMERINTAHAN