BREAKING NEWS
Minggu, 07 Juni 2026

Kontroversi Penutupan Klub Malam oleh Kapolrestabes Makassar

BITVonline.com - Senin, 03 Juni 2024 08:38 WIB
Kontroversi Penutupan Klub Malam oleh Kapolrestabes Makassar
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MAKASSAR -Kapolrestabes Makassar, Kombes Mokhamad Ngajib, membuat gebrakan dengan menutup klub malam milik Hotman Paris, ‘W Super Club’, di Makassar. Keputusan ini diambil menyusul kontroversi yang dipicu oleh ucapan kontroversial Hotman Paris yang mengajak wanita Bugis untuk berdansa hingga akhir dunia.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Mokhamad Ngajib, mengambil langkah tegas menutup sementara klub malam tersebut. Meski klub malam ini baru saja diresmikan, namun dampak dari pernyataan Hotman Paris telah menimbulkan kecaman dari sejumlah organisasi masyarakat Islam dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan.

Dalam gugatan yang diajukan oleh beberapa organisasi tersebut, Hotman Paris dituduh melakukan penghinaan terhadap adat istiadat Sulawesi Selatan dengan ajakannya yang dinilai merendahkan wanita Bugis. Ucapan tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan banyak pihak.

Penutupan klub malam ini sebagian besar disambut baik oleh masyarakat, terutama oleh pihak yang merasa terhormat dengan kebijakan Kombes Mokhamad Ngajib. Namun, ada juga yang menyoroti bahwa keputusan ini menggambarkan sikap keras dan tegas Kapolrestabes dalam menangani isu sensitif di masyarakat.

Profil Kombes Mokhamad Ngajib

Kombes Mokhamad Ngajib, seorang perwira menengah di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), memiliki karier yang cemerlang dalam korps bhayangkara. Dilahirkan di Purbalingga, Jawa Tengah, pada tanggal 7 Desember 1971, Ngajib telah mengemban berbagai jabatan strategis di kepolisian sejak lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 1995.

Sebelum menjabat sebagai Kapolrestabes Makassar, Ngajib pernah menjabat sebagai Kapolrestabes Palembang sejak Januari 2023. Dia juga memiliki pengalaman dalam berbagai posisi strategis di berbagai daerah di Indonesia, seperti Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, Wakapolres Cilacap, dan Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, hanya beberapa di antaranya.

Namun, kekayaan pribadi Ngajib tidak sebanding dengan popularitas Hotman Paris. Dari laporan LHKPN, kekayaannya hanya sekitar Rp 1 miliar, terutama berasal dari tanah dan bangunan serta alat transportasi yang dimilikinya.

Implikasi dan Reaksi Masyarakat

Penutupan sementara W Super Club Makassar ini menuai beragam reaksi dari masyarakat. Meskipun beberapa pihak mendukung keputusan ini sebagai langkah untuk menjaga ketertiban dan moralitas di masyarakat, namun ada juga yang mengkritiknya sebagai pembatasan terhadap kebebasan berekspresi dan berbisnis.

Implikasi dari kejadian ini akan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kebijakan penegakan hukum di Makassar dan reputasi Hotman Paris sebagai figur publik. Masyarakat akan terus memantau perkembangan kasus ini dan melihat bagaimana pihak berwenang menanggapi tuntutan dan kekhawatiran dari berbagai pihak.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru