Anies Sebut Jusuf Kalla Punya “Sidik Jari” Perdamaian di Ambon, Poso, dan Aceh
JAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara tasyakuran hari ulang tahun ke84 Wakil Presiden ke10 dan ke12 RI
NASIONAL
BEKASI -Dalam gemerlap kota metropolitan, di pinggiran jalan yang ramai, terdapat seorang kakek bernama Walim. Dengan usia yang telah menginjak 55 tahun, dia terlihat melamun di antara riuhnya kehidupan sekitarnya. Walim adalah seorang tukang gali yang sering menerima pekerjaan di sekitar Perumnas I, Kranji, Kota Bekasi, Jawa Barat. Bagi Walim, menggali tanah atau memotong rumput liar bukanlah sekadar pekerjaan biasa, melainkan merupakan usaha untuk menyambung hidup.
Namun, pekerjaan serabutan seperti itu adalah pilihan Walim untuk bertahan di tengah kota yang sibuk. Sebagai seorang perantau asal Brebes, hidup di kota besar bukanlah hal yang mudah baginya. Dia harus berjuang sendiri, tanpa bantuan dari keluarga. Walim mengungkapkan bahwa sudah lama dia hidup sendirian setelah istri dan anaknya pergi meninggalkannya.
“Walim tak mau mengemis,” begitu katanya. Dia lebih memilih untuk bekerja keras, meskipun harus menempuh perjalanan puluhan kilometer dengan hanya beralaskan sandal jepit. Arit dan cangkul yang diikat di sebatang bambu menjadi sahabat setianya dalam mengais rezeki.
Di usia senjanya, Walim tidak mengenal kata pensiun. Meskipun badannya kurus dan wajahnya keriput, semangatnya tetap berkobar. Dulu, dia mampu menghasilkan uang sekitar Rp200 ribu untuk pekerjaan serabutan yang dia lakukan. Namun, dua minggu terakhir ini, hidupnya menjadi semakin sulit karena dia kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Di balik tabir kehidupannya yang sulit, Walim juga memiliki sisi hati yang lembut. Meskipun hidup dalam keterbatasan, dia rela berutang ke warung agar bisa membeli sepiring nasi untuk menenangkan rasa laparnya. Seiring berjalannya waktu, Walim telah menjadi salah satu potret kaum marjinal di kawasan penyangga, di mana kehidupan sehari-hari dipenuhi dengan perjuangan mencari nafkah.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Bekasi Kota, persentase penduduk miskin di tahun 2023 mencapai 4,10 persen. Angka kemiskinan ini menandakan bahwa masih banyak orang seperti Walim yang harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Walim, dengan segala keterbatasannya, merupakan cerminan dari perjuangan dan ketabahan yang menginspirasi kita semua.
(N/014)
JAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara tasyakuran hari ulang tahun ke84 Wakil Presiden ke10 dan ke12 RI
NASIONAL
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih dan prihatin atas masih ditemukannya dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh sejumlah p
NASIONAL
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan men
EKONOMI
JAKARTA Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa Presiden perta
POLITIK
BANDA ACEH Sejumlah jurnalis dilaporkan mengalami dugaan intimidasi hingga kekerasan oleh aparat kepolisian saat meliput aksi demonstras
PERISTIWA
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya elite yang kerap meneriakkan slogan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun
NASIONAL
MEDAN Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia pada Sabtu, 16 Mei 2026. Pel
EKONOMI
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti dugaan perjalanan ke luar negeri tanpa izin yang dilakukan Wali Kota Medan Rico W
PEMERINTAHAN
TUBAN Presiden Prabowo Subianto menyatakan tidak semua partai politik dalam sebuah negara memiliki kualitas yang sama. Menurut dia, ada p
POLITIK
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganju
SENI DAN BUDAYA