Kemnaker Integrasikan Data BPJS dan K3, Pengawasan Ketenagakerjaan Masuk Era Baru
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menerapkan sistem pengawasan ketenagakerjaan berbasis risiko (riskbased supervision
NASIONAL
JAKARTA -Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengungkapkan keprihatinannya terkait banyaknya anak-anak Indonesia yang kurang mengenal identitas bangsanya sendiri. Hal ini, menurutnya, membuat generasi muda lebih mengidolakan figur-figur dari luar negeri daripada tokoh-tokoh dalam negeri.
“Masih banyak anak-anak kita yang kurang memahami budaya dan sejarah bangsa. Akibatnya, mereka lebih tertarik dengan sosok-sosok dari luar negeri yang sebenarnya tidak relevan dengan nilai-nilai bangsa kita,” ujar Arifah dalam acara “Gerakan Cinta Indonesia Sejak Dini” di Jakarta, Minggu (8/12/2024).
Arifah menyoroti pentingnya peran pendidikan dan keluarga dalam membentuk identitas anak. Ia mengajak orang tua dan guru untuk lebih proaktif mengenalkan sejarah, budaya, dan tokoh-tokoh bangsa kepada generasi muda.
“Keluarga adalah lingkungan pertama di mana anak belajar tentang nilai-nilai kebangsaan. Jika keluarga abai, maka anak akan mencari panutan di tempat lain, termasuk dari budaya asing yang tidak selalu sesuai dengan karakter bangsa kita,” jelasnya.
Selain itu, Arifah menilai kurikulum pendidikan di sekolah juga perlu memberikan porsi lebih besar pada pembelajaran terkait budaya dan sejarah Indonesia. Menurutnya, anak-anak harus diajarkan untuk bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
Arifah juga menyoroti pengaruh media sosial yang semakin mendominasi kehidupan anak-anak. Menurutnya, konten-konten yang diakses anak sering kali lebih banyak berasal dari luar negeri, yang akhirnya membentuk pola pikir dan selera mereka.
“Kita tidak bisa memungkiri bahwa media sosial memengaruhi cara anak-anak melihat dunia. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk menghadirkan lebih banyak konten lokal yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan nilai-nilai budaya kita,” imbuhnya.
Sebagai langkah konkret, Kementerian PPPA telah meluncurkan program “Gerakan Cinta Indonesia Sejak Dini”. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya mencintai budaya dan bangsa Indonesia.
“Melalui program ini, kami akan bekerja sama dengan sekolah, komunitas budaya, dan media untuk menciptakan kegiatan yang menarik bagi anak-anak. Kami ingin mereka lebih mengenal dan mencintai Indonesia,” tambah Arifah.
Arifah mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat umum, untuk berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang mencintai bangsa.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Anak-anak adalah masa depan bangsa, dan mereka perlu dibekali dengan identitas yang kuat agar mampu membawa Indonesia menuju kejayaan,” tutupnya.
(N/014)
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menerapkan sistem pengawasan ketenagakerjaan berbasis risiko (riskbased supervision
NASIONAL
MANADO Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara menegaskan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan proyek strategis nasional di sektor pen
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) DPP Partai Golkar, Mangihut Sinaga, menyampaika
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia terus mengupayakan agar produk kelapa sawit nasional memperoleh pengecualian dari kebijakan tarif impor sebe
EKONOMI
BANDA ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan infrastru
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam setiap rapat koordinasi Komite Sta
EKONOMI
MEDAN Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai, Fitra Ramadhan Panjaitan, divonis tiga tahun penjara dalam perkara koru
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Ningrum Natasya Sirait, SH, MLi, menegaskan perubahan mekanis
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan Panitia
PEMERINTAHAN
JAKARTA Anggota Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Komisi III DPR RI, Teuku Ibrahim, mendesak Polda Metro Jaya bergerak cepat mengusut peny
HUKUM DAN KRIMINAL