Jangan Sepelekan Mata Kabur, Bisa Jadi Tanda Tumor Otak!
JAKARTA Gangguan penglihatan sering kali dianggap sebagai masalah pada mata yang dapat diatasi dengan mengganti kacamata, menggunakan ob
KESEHATAN
TAPSEL - Sekitar 600-an warga dari 10 desa di Kecamatan Angkola Timur dan Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, kembali menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor DPRD dan Kantor Bupati Tapsel.
Massa yang menamakan diri sebagai Masyarakat Korban TPL menuntut kejelasan terkait dugaan perubahan luas areal konsesi milik PT. Toba Pulp Lestari (TPL) yang terus bertambah dan mengancam lahan serta permukiman warga. Dalam orasinya, warga menilai luas konsesi PT. TPL secara aneh dan tidak masuk akal berubah dari sekitar 12.000 hektare menjadi 13.265 hektare, dan kini mencapai 14.496 hektare.
"Aneh bin ajaib, ini lahan kok bisa bertambah-tambah. Di mana logikanya? Yang jelas, rakyat semakin terjepit," ungkap seorang orator aksi.
Warga menyampaikan 12 tuntutan utama, di antaranya mendesak pencabutan notulen Forkopimda soal izin TPL, pembentukan Pansus DPRD, penghentian penumbangan lahan oleh PT. TPL sebelum penetapan tapal batas, hingga desakan pencopotan Camat Angkola Timur karena dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Yang mengejutkan, dua anggota DPRD Tapsel, Edy Aryanto Hasibuan dan Armen Sanusi Harahap, menunjukkan solidaritas dengan aksi telanjang dada, sebagai bentuk protes terhadap lambannya penyelesaian konflik ini.
"Kami malu memakai baju DPR kalau tidak mampu menyuarakan kepentingan rakyat. Kami siap mendorong pembentukan Pansus DPRD," tegas Armen Sanusi.
Turut hadir menemui massa, anggota DPRD lainnya seperti Andesmar, Ali Adenan Dalimunthe, Nurhayati Pane, Faisal Siregar, dan Buyung Kholil, yang berjanji akan mengawal proses politik terkait tuntutan warga.
Sementara itu, Uba Nauli Hasibuan, SH, Sekum LSM LIPPAN SU, menegaskan bahwa perubahan luas konsesi seharusnya hanya bisa diputuskan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, bukan oleh Forkopimda. Ia menyebut langkah Forkopimda yang terkesan berpihak pada perusahaan sebagai bentuk pelampauan wewenang.
"Forkopimda jangan ambil alih tugas kementerian! Tugas mereka adalah menjaga kondusifitas, bukan menetapkan batas lahan perusahaan!" ujar Uba Nauli.
Warga juga mendesak agar Bandaharo Harahap, salah satu warga yang sebelumnya diproses hukum, segera dibebaskan karena perkaranya telah selesai secara damai.
Aksi berlangsung damai, meski diwarnai ketegangan, dan menjadi sorotan karena besarnya massa, kekuatan tuntutan, serta reaksi keras dari sejumlah anggota DPRD.*
JAKARTA Gangguan penglihatan sering kali dianggap sebagai masalah pada mata yang dapat diatasi dengan mengganti kacamata, menggunakan ob
KESEHATAN
JAKARTA Harga minyak dunia mencatat penurunan tajam sepanjang pekan ini. Meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat
EKONOMI
BANDUNG Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menunjuk sembilan jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan kasus Taufik Hidayat, tersa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menilai anggapan yang menyebut Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) s
POLITIK
JAKARTA Penyanyi Nadhif Basalamah mengungkapkan dirinya menjadi korban pelecehan seksual secara daring melalui media sosial X dan TikTok
ENTERTAINMENT
JAKARTA Sejumlah bahan pangan strategis mengalami perubahan harga pada perdagangan Minggu (28/6/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi
EKONOMI
JAKARTA Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat ekspor minyak sawit Indonesia ke Uni Eropa masih menunjukkan tren positif pada awal
PERTANIAN AGRIBISNIS
LABUHANBATU Video yang menarasikan satu kompi anggota TNI diduga membawa kabur 16 ekor lembu milik seorang janda di Kabupaten Labuhanbat
PERISTIWA
SERDANG BEDAGAI Upaya Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) untuk memediasi konflik agraria antara masyarakat yang mengatasnamak
PERISTIWA
JAKARTA Google kembali menghadirkan aplikasi Google Finance setelah sebelumnya sempat dihentikan pada 2015. Peluncuran ini dilakukan ber
SAINS DAN TEKNOLOGI