BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

Sosok Wiwin Nurlinda: Mahasiswi Penerima Transfer Puluhan Juta dari Abdul Ghani Kasuba dalam Kasus Korupsi

BITVonline.com - Sabtu, 27 Juli 2024 07:57 WIB
Sosok Wiwin Nurlinda: Mahasiswi Penerima Transfer Puluhan Juta dari Abdul Ghani Kasuba dalam Kasus Korupsi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MALUKU UTARA –Kasus Abdul Ghani Kasuba, mantan Gubernur Maluku Utara, terus menarik perhatian publik seiring dengan berbagai pengembangan yang terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ternate. Mantan pejabat publik ini tidak hanya terlibat dalam kasus suap proyek APBD Maluku Utara, tetapi juga tersandung dalam skandal seksual yang mencuat di persidangan. Dalam berita yang dilaporkan pada Kamis (25/7/2024), kasus tersebut memperlihatkan bagaimana seorang pejabat yang seharusnya menjadi teladan malah terlibat dalam praktek yang tercela.

Abdul Ghani Kasuba, yang kini menjadi terdakwa dalam kasus tersebut, didakwa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama sejumlah tersangka lain. Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan di Jakarta Selatan dan Kota Ternate, dimana KPK berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 725 juta. Uang tersebut diduga merupakan bagian dari suap yang diterima oleh Abdul Ghani untuk kepentingan pribadi, seperti biaya menginap di hotel dan kebutuhan pribadi lainnya.

Namun, yang lebih mengejutkan adalah terungkapnya skandal seksual yang melibatkan Abdul Ghani Kasuba. Dalam persidangan, tersirat bahwa Abdul Ghani memiliki kecenderungan untuk menghadirkan wanita-wanita muda dan cantik untuk memuaskan hasrat seksualnya. Eliya Gabrina Bachmid, seorang saksi dalam persidangan sebelumnya, mengungkapkan bahwa Abdul Ghani sering meminta wanita-wanita tersebut untuk dibawa ke hotel. Bahkan, Eliya sendiri bertanggung jawab untuk menyediakan wanita-wanita tersebut, yang kemudian dibayarnya secara tunai melalui beberapa rekening bank.

Salah satu saksi lainnya, Wiwin Nurlinda Tan, juga mengakui menerima uang puluhan juta rupiah dari Abdul Ghani Kasuba. Uang tersebut dikirimkan langsung ke rekeningnya sebagai bentuk dari apa yang disebut sebagai bantuan dari Abdul Ghani.

Kasus ini menjadi sorotan karena mengungkap praktik korupsi yang merugikan negara serta perilaku yang tidak pantas dari seorang pejabat publik. Selain menerima suap dari proyek-proyek infrastruktur, Abdul Ghani juga diduga terlibat dalam jual-beli jabatan, dimana ASN di lingkungan Pemprov Maluku diduga memberikan uang untuk mendapatkan rekomendasi atau persetujuan naik jabatan.

Skandal Abdul Ghani Kasuba mengingatkan kita akan pentingnya integritas dan transparansi dalam kepemimpinan, serta perlunya sistem yang kuat untuk mencegah dan menindak tindak korupsi di tingkat pemerintahan daerah. Kasus ini juga menunjukkan bahwa peran KPK sangat penting dalam memberantas korupsi dan melindungi kepentingan negara.

Dengan berbagai pengungkapan di persidangan, masyarakat diharapkan untuk semakin kritis terhadap perilaku para pejabat publik dan untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi demi menciptakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru