Kawasan SEJALAN Diusulkan Jadi Kampung Kreatif Sumut Berkah, Ini Potensinya
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai mematangkan persiapan menghadapi Verifikasi dan Validasi (Verval) Lapangan Program Kampung Kre
PEMERINTAHAN
JAKARTA -Pendaftaran Calon Pimpinan (Capim) dan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah ditutup pada Senin, 15 Juli 2024, menandai akhir dari fase pertama proses seleksi yang penuh dengan kejutan dan kekayaan pengalaman dari para pendaftar.
Panitia Seleksi (Pansel) mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar mencapai angka yang signifikan, mencapai 525 orang. Dari para pendaftar tersebut, mencuat beberapa nama yang tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, menunjukkan komitmen mereka dalam memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air.
Salah satu tokoh yang mencuri perhatian adalah Sudirman Said, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang secara resmi mengajukan diri sebagai Capim KPK. “Siang tadi saya sudah upload dokumen-dokumen pendaftaran secara online dan dinyatakan lengkap,” ujar Sudirman Said saat dihubungi Okezone.
Selain Sudirman, dua Pimpinan KPK yang masih aktif, Nurul Ghufron dan Johanis Tanak, juga memutuskan untuk kembali mendaftarkan diri sebagai Capim. Ghufron menegaskan bahwa partisipasinya dalam proses seleksi ini adalah bagian dari komitmennya untuk turun langsung dalam upaya pemberantasan korupsi.
Tak hanya dari internal KPK, namun juga dari luar institusi tersebut, seperti Pahala Nainggolan, Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, yang juga ikut mendaftar sebagai Capim KPK. “Benar daftar capim KPK. Ikhtiar. Prosesnya Senin tinggal upload, malah sudah selesai, semua sudah saya upload,” ungkap Pahala Nainggolan.
Selain itu, empat mantan pegawai KPK yang tergabung dalam IM57+ Institute juga mengikuti seleksi Capim KPK. Mereka adalah Herry Muryanto, Giri Suprapdiono, Hotman Tambunan, dan Arien Marttanti Koesniar, yang memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang pemberantasan korupsi.
Wakil Ketua Pansel, Arif Satria, mengungkapkan bahwa dari total pendaftar, terdiri dari 318 calon pimpinan dan 207 calon anggota Dewas. “Jumlah pendaftar calon pimpinan sebanyak 318 orang terdiri dari 298 laki-laki dan 20 perempuan. Jumlah pendaftar calon Dewas 207 orang terdiri dari 184 laki-laki dan 23 perempuan,” jelas Arif.
Proses seleksi Capim dan Dewas KPK selanjutnya akan melibatkan serangkaian tahapan yang ketat dan transparan untuk memilih para pemimpin yang terbaik dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugasnya dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
(N/014)
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai mematangkan persiapan menghadapi Verifikasi dan Validasi (Verval) Lapangan Program Kampung Kre
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau langsung pekerjaan normalisasi dan pembongkaran drainase di Jalan Listrik
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tanjungbalai ya
PEMERINTAHAN
JAKARTA Perombakan Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada awal Oktober 2026 dinilai belum menunjukkan perubah
POLITIK
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto belum melantik Irjen Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru dalam rangkaian sera
NASIONAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan perombakan sejumlah jabatan di lingkungan Polri hanya dua hari setelah dilantik meng
NASIONAL
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan terh
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih kepada 495 siswa yang terdampak atau diduga mengalami keracunan setelah meng
NASIONAL
MEDAN PSMS Medan meraih poin penuh setelah mengalahkan Persikad Depok dengan skor telak 40 pada pekan keempat Pegadaian Championship 20
OLAHRAGA
JAKARTA Dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mencuat di media sosial. Isu tersebut men
SAINS DAN TEKNOLOGI